Virus Corona di Riau

Mahasiswa Riau dari Malaysia, Arab Saudi & Thailand Dikarantina, Dijaga Polisi, TNI dan Satpol PP

Selama menjalani karantina mereka dilakukan pemeriksaan dua kali dalam sehari, kemudian diberikan vitamin dan makanan yang bergizi dan dianjurkan

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Mahasiswa Riau dari Malaysia, Arab Saudi & Thailand Dikarantina 14 Hari, Keluarga Dilarang Menjenguk. Suasana Balai Diklat BPSDM Jalan Ronggo Warsito, Pekanbaru tempat rombongan mahasiswa Riau dari luar negeri menjalani karantina selama 14 hari, Kamis (7/5). Lokasi ini dijaga ketat oleh petugas keamanan, baik dari Satpol PP, kepolisian juga dari TNI sehingga wartawan tidak diperbolehkan mengambil lokasi ini dari dekat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 29 mahasiswa Riau dari luar negeri saat ini tengah menjalani karantina di Gedung Balai Diklat BPSDM Jalan Ronggowarsito Pekanbaru.

Mereka terdiri dari mahasiswa dari Arab Saudi sebanyak 24 orang, kemudian satu mahasiswa dari Thailand dan empat santri dari Malaysia.

Mahasiswa dan santri yang baru pulang dari ini akan menjalani isolasi selama 14 hari terhitung mulai Kamis (7/5/2020) kemarin.

Setelah itu mereka baru boleh pulang kampung ke rumah orang tuanya masing-masing jika selama 14 hari karantina ini tidak ada gejala sakit.

"Selama menjalani karantina mereka dilakukan pemeriksaan dua kali dalam sehari, kemudian diberikan vitamin dan makanan yang bergizi dan dianjurkan untuk melakukan olah raga ringan seperti senam di dalam lokasi karantina," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Jumat (8/5/2020).

Tidak hanya itu, selama menjalani karantina, seluruh mahasiswa ini juga dilarang melakukan kontak langsung dengan keluarganya.

Pihak keluarga tidak dibenarkan untuk menjenguk anaknya di lokasi karantina.

Apalagi sampai ada orang tua yang akan membawa anaknya pulang kampung sebelum masa karantina selesai.

"Kemarin sempat ada orang tua yang ribut karena mau membawa anaknya pulang ke kampung, itu tidak bisa, karena mereka harus menjalani karantina selama 14 hari dulu. Setelah kita berikan penjelasan akhirnya orang tua dari salah seorang anak yang dikarantina itu memahami," ujarnya.

Mimi mengungkapkan, meski berdasarkan hasil rapit test di Bandara Soekarno Hatta seluruh mahasiswa ini hasilnya negatif, tetap mereka tidak bisa langsung diizinkan pulang.

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved