Kelonggaran Moda Transportasi Udara Dikawatirkan Semakin Memicu Penularan Covid-19 di Riau

Longgarnya aturan moda transportasi serta bertambahnya pasien positif, terutama dari kalangan anak-anak, membuat khawatir Gugus Tugas Covid-19 Riau

Istimewa
Gubernur Riau, Syamsuar saat meninjau Bandara SKK II Pekanbaru sehari jelang penutupan, Jumat (24/4/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Total jumlah pasien Covid-19 di Provinsi Riau 2 lagi, setelah adanya penambahan dari Kabupaten Pelalawan, yang merupakan santri di Magetan, hingga jumlahnya menjadi 71 hingga Sabtu (9/5/2020).

Kedua pasien tersebut masih dalam batas usia anak. Pasien 70 masih berusia 16 tahun, sedangkan pasien 71 berusia 13 tahun. Keduanya telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pelalawan.

"Keduanya adalah santri, yang kontaknya dari klaster Pesantren Magetan Jawa Timur. Mereka tidak sakit, kondisinya baik-baik saja. Tapi hasil swabnya positif, nanti akan dites lagi sampai dua kali, hingga hasilnya negatif," kata Juru Bicara Covid-19 Riau dr Indra Yovi saat menyampaikan keterangan terkini Covid-19, Sabtu sore.

Namun dikatakan Dr Indra Yovi, ada kabar baik yang dalam perkembangan terkini Covid-19 di Provinsi Riau, dimana, hingga Sabtu tersebut terdapat 10 pasien yang dinyatakan sembuh, dan 5 di antaranya dari Kota Dumai, termasuk anak usia dua tahun yang sebelumnya juga tertular.

VIDEO: 2 Warga Pelalawan Kembali Terinfeksi Corona, Total 71 Orang Positif Covid-19 di Riau

Namun bersamaan dengan itu, dr Indra Yovi juga menyampaikan kekhawatiran pihaknya, dengan dibukanya kembali moda transportasi oleh pemerintah, termasuk angkutan udara.

"Kalau saya dengar berita dua tiga hari terakhir, saya agak-agak kawatir. Khawatir saya terkait pelonggaran transportasi. Hingga 10 hari yang lalu sudah bagus, pesawat sudah tidak ada, pembatasan orang mudik jelas disitu. Artinya, daerah dari kantong utama, yakni Jakarta, hampir yang positif di seluruh provinsi, sumbernya dari sana.
Kalau ini tidak dicounter, saya berpikir pemerintah memindahkan ini ke daerah-daerah. Apakah kita siap? Itulah yang kita perisapkan sejak Februari lalu. Cuma, sehebat apapun kita persiapkan, takakan mampu ketika ada pelonjakan yang luar biasa," tuturnya.

Ia juga menyampaikan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ada saat ini bukan berarti membuat masyarakat otomatis bisa aman dari Covid-19.

UPDATE Berstatus Santri Ponpes di Magetan, 2 Pasien Positif Corona dari Pelalawan Usia Belasan Tahun

"Apapun namanya, selama orang disiplin InsyaAllah kita bisa menang. Tapi kawan-kawan wrtawan dan masyarakat bisa menilai sendiri, bagaimaan PSBB di Pekanbaru, rasanya bagaimana, saya tidak bisa menjudge, dan tak bisa nilai, bagaimana pelaksanaan PSBB, apakah sudah layak atau tidaknya. PSBB merupakan kata baru, tapi inti uatamanya adalah, bagaimana menterjemahkan dengan baik, supaya masyarakat disiplin. Hadiahnya masyarakat jadi sehat bagi yang disiplin, dan begitu juga sebaliknya," ujarnya.

Dengan dibukanya kembali penerbangan, ia mengajak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, apalagi selama ini, pasien positif Covid-19 penularan awalnya pada umumnya berasal dari yang melakukan perjalanan ke luar daerah.

"Hari ini Citilink, kemaren ada Garuda. Ini menambah kewaspadaan kita bersama. Mari kita perhatikan seksama jika ada yang berpergian. Karena selama ini yang positif adalah dari yang berpergian ke luar daerah. Harus kita perhatikan seksama yang datang."

UPDATE Ini Riwayat Perjalanan 2 Santri, dari Magetan Sampai ke Pelalawan Hingga Positif Corona

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, pihaknya mengimbau kabupaten kota untuk menyelenggarakan rapid tes, karena alat rapid tes juga sudah didistribusikan ke masing-masing daerah.

"Rapid tes ada penambahan 2000 ke 12 kabupaten kota. Sehingga hampir 12 ribu yang sudah distribusikan. Pelaksanaan tahap pertama persentasenya sudah 83,42. Kita masih punya 17,58 yang belum dilaksanakan. Kita berharap kawan-kawan di kabupaten kota bisa segera lakukan rapid tes, dahulukan untuk PDP dan ODP, terutama yang dari klaster masing-masing daerah," tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved