Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mutiara Ramadhan

Covid-19 Rudal Nuklir Iman dan Akidah Umat Islam

Rudal merupakan salah satu jenis senjata tempur dalam peperangan modern, yang dampak dan efeknya sangat mengerikan, apapun yang terkena

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Mutiara Ramadhan : Covid-19 Rudal Nuklir Iman dan Akidah Umat Islam 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mutiara Ramadhan sebagai artikel yang dihadirkan untuk pembaca selama bulan Ramadhan akan membahas berbagai hal, dan kali ini pembahasan terkait dengan Virus Corona atay Covid-19.

Mutiara Ramadhan kali ini akan disampaikan oleh Ustadz Dr Nurhadi S.Pdi SE Sy. S Sy. M Sy. MH. M Pd dengan judul "Covid-19 Rudal Nuklir Iman dan Aqidah".

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW

Rudal merupakan salah satu jenis senjata tempur dalam peperangan modern, yang dampak dan efeknya sangat mengerikan, apapun yang terkena, maka akan hancur lebur berkeping-keping dan berpuing-puing, bahkan tak sedikit yang jadi abu radiasi yang mematikan makhluk hidup tanpa terkecuali (baik manusia, hewan maupun tumbuhan).

Pada dasarnya material dari rudal adalah radiasi atom yang mematikan, sering didengar dengan sebutan nuklir.

Kekuatan rudal dam muklir ini sangat dahsyat.

Sampai saat ini, kejadian yang sangat menakjubkan dalam dunia perang nuklir adalah ketika perang dunia kedua, saat itu Amerika dan sekutunya meluncurkan rudal nuklir (bom atom) di Nagasaki dan Hiroshima Negara bagian Jepang (ibukota).

Peninggalannya sampai sekarang masih diabadikan oleh penduduk Jepang, betapa dahsyatnya pengaruh dari bom atom (rudal nuklir) dalam merusak lingkungan makhluk hidup.

Namun kekuatan tersebut belum seberapa dibandingkan dengan kekuatan rudal nuklirnya Allah Jalla wa Azza ketika menghancurkan dan meluluhlatakkan pasukan elit berkendaraan Gajah bersenjatakan lembaran dari logam hitam (baja).

Tidak hanya berkeping-keping, melainkan jauh dari itu, lembut, lumat, hancur menjadi debu bak daun dimakan ulat (lunak).

Kisah ini Allah abadikan dalam surah al-Fiil, tentang Raja Abrahah pengusa sombong yang murka hendak menghancurkan Ka’bah (baitullah), namun kemurkaannya tiada artinya, sebab murka Allah jauh lebih dahsyat.

Lihat kisahnya pada ayat berikut: “1). apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu (Allah) telah bertindak terhadap tentara bergajah (yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh abrahah gubernur yaman yang hendak menghancurkan ka'bah. sebelum masuk ke kota mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil sehingga mereka musnah)?; 2. bukankah Dia (Allah) telah menjadikan tipu daya mereka (Raja Abrahah dan tentaranya) untuk menghancurkan Ka'bah (baitullah) itu sia-sia?; 3). dan Dia (Allah) mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong (burunh Ababil); 4). yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar (rudal nuklir); 5). lalu Dia (Allah) menjadikan mereka (Raja Abrahah dan tentara begajah) seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”. (QS. Al-Fiil: 1-5).

Ternyata ayat ini menjadi ilmu kauniyah ilmiyah untuk membuat senjata rudal nuklir di era modern ini.

MasyaAllah.

Dari dua kekuatan (rudal nuklir dan batu sijjil burung ababil) yang dapat menghancurkan segala benda yang terkena denganya menjadi hancur lebur, namun hal itu sifatnya local atau sekitar dimana benda tersebut dijatuhkan dan diledakkan, tanpa ada pengaruh lain di daerah yang jangkauannya tidak terdeteksi, sehingga hanya berbentuk lokal saja.

Namun di akhir zaman nanti akan terjadi suatu ledakkan yang sangat amat dahsyat, 1 juta lebih dahsyat, bahkan satu milyar dan satu triliyun lebih dahsyat dari dua ledakkan di atas (rudal nuklir bom atom dan batu sijjil ababil), yang mana ledakkannya akan meluluhlantakkan seluruh hamparan bumi dan dunia, pada waktu itu, dampak dari ledakkan tersebut, gungung akan memuntahkan lahar dan larvanya, laut akan menyemburkan matrial dan muntahannya akan menggulung dataran bak ombak sunami sedang kelaparan.

Hal ini Allah ceritkan dalam al-Qur’an dalam surah zalzalah ayat 1-2: “1). apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat); 2). dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.

Surah al-Qariah ayat 4-5: “4). pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran; 5). dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan”.

Surah al-Insyiqaq ayat 3-4: “3). dan apabila bumi diratakan; 4). dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong”.

Surah al-Infithar ayat 3-4: “3). dan apabila lautan menjadikan meluap; 4). dan apabila kuburan-kuburan dibongkar”.

Surah at-Takwir ayat 3 dan 6: “3). dan apabila gunung-gunung dihancurkan; 6). dan apabila lautan dijadikan meluap”.

Dari beberapa ayat dari surah al-Qur’an di atas (surah zalzalah, al-Qariah, insyiqaq, infithar dan at-Takwir), betapa dahsyatnya ledakkan tersebut, maka hamparan bumi dan segala matamorgananya ini akan tinggal cerita.

Namun sebelum itu terjadi, Allah akan menghancurkan isi bumi dan penguninya (manusia) namu bukan hancur sebagaimana hancur leburnya akibat rudal nuklir, batu sijjil ababil dan ledakkan akhir zaman dalam empat surah di atas (surah zalzalah, al-Qariah, insyiqaq, infithar dan at-Takwir).

Karena sebelum ledakan akhir zaman yang diceritakan dalam empat surah di atas tersebut terjadi, maka Allah akan mengadakan pendahuluan, dengan mendatangkan ledakan rudal nuklir yang tidak berdampak pada hancur fisik, infrastruktur dan lainya, akan tetapi isi dari fisik dan insfratruktur tersebut, sehingga bentuknya kokoh, namun sebenarnta sangat lemah dan tidak mempunyai kekuatan.

Lalu muncul pertanyaan, apa alat dan senjata Allah untuk mengancurkan non fisik tersebut, tapi yang hancur meta fisik?.

Pada saat sekarang ini yang kita lihat adalah rudal nuklir (virus corona) yang mempandemi seluruh penjuru dunia, tanpa terkecuali.

Muncul perntayaan kedua, apa yang diancurkan oleh rudal nuklir virus corona?, maka jawabannya adalah iman dan aqidah.

Virus corona menguji iman umat manusia, apakah mereka beriman dan yakin bahwa tuhan itu ada (Allah itu ada dan pencipta itu ada serta maha segalanya).

Allah yang maha besar dan maha kuasa, kuasa mematikan dan menghidupkan dan menghancurkan segala apa yang ada, lalu membangkitkan kembali seperti sedia kalanya, apakah manusia itu yakin dan percaya?.

Di era modern ini, yang penuh dengan dekorasi teknologi dan IT (ilmu pengetahuan), maka terkadang manusia lupa dengan tuhan sebagai pencipta.

Lebih yakin kepada IT dari pada takdir dan ketentuan Allah swt. Pada IT itu sendiri dari Allah, hal ini disindir dalam surah al-Alaq yang pertama kali turun (1-5); “1). bacalah (pelajarilah) dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; 2).

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; 3). Bacalah (pelajarilah), dan Tuhanmulah yang Maha pemurah: 4). yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam; 5).

Dia (Allah) yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”, dan surah ar-Rahman ayat 33: : ”hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu yang diajarkan Allah)”, juga surah al-Isra ayat 85: “dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Maknanya sebenarnya manusia tidak boleh lupa kepada yang memberi ilmu (Allah).

Jangan mempertuhankan IT, lalu mensekutukan Allah dengan IT tersebut, nadzubillah.
Kedua virus corona menguji aqidah umat Islam orang beriman.

Adanya virus corona ini semangkin bertauhid atau sudah hilang tauhidnya. Karena di musim wabah corona ini banyak orang yang kehilangan tauhid dan imannya.

Cenderung sekuler dan liberal dalam memandang agama (iman dan aqidah) sebagai solusi dalam hidup.

Wabah virus corona ini tidak ada kaitan dan tidak boleh dikaitkan dengan agama atau agama tidak mempunyai solusinya, ini iman dan aqidah yang sudah hancur lebur akibat rudal nuklir virus corona ini.

Maka ini tidak benar, yang benar adalah bahwa virus corona ciptaan Allah untuk menguci iman manusia dan aqidah umat Islam.

Maka rudal nuklir covid-19 benar-benar telah mengancurkan iman dan aqidah.

Hati-hati dan sadarlah, hidup tidak selamanya, istiqomah dalam iman, kuat dalam aqidah mentauhidkan Allah, takut hanya kepada Allah, ikhtiar usaha itu hanya sebatas tuntunan syariah, sementara aqidah dan iman itu tuntunan thariqah, haqiqat dan makrifat.

Inilah tingkatan iman dan aqidah yang benar, yaitu syariat, thariqat, haqiqat dan makrifat.

Mutiara Ramadhan - Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved