Update Virus Corona di Riau

Tidak Bisa Pulang Kampung karena PSBB di Pekanbaru, Mahasiswa : Kami Rindu Berkumpul dengan Keluarga

Kami anak rantau, mau juga merasakan kumpul bersama keluarga di moment Hari Raya Idul Fitri, tetapi apa daya dengan aturan pemerintah seperti itu

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Tidak Bisa Pulang Kampung karena PSBB di Pekanbaru, Mahasiswa : Kami Rindu Berkumpul dengan Keluarga 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berkumpul dengan keluarga di Bulan Ramadan, tentu menjadi keinginan semua orang, untuk bisa menjalani puasa dan beribadah bersama orang-orang tercinta.

Namun sejumlah mahasiswa dari Kabupaten Indragiri Hilir tidak bisa merasakan hal tersebut dalam Ramadan kali ini.

Pasalnya pemerintah daerah telah menerapkan pelarangan mudik dan pulang kampung bagi seluruh masyarakat, tidak terkecuali para pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir tersebut.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Inhil tersebut ingin adanya kebijakan dari pemerintah Kabupaten Inhil, yang bisa memulangkan mereka, tanpa ada pihak yang dirugikan di kampung.

Koordinator Aliansi Gerakan Mahasiswa Inhil, Muhammad Almubarolak mengatakan, jelang Hari Raya Idul Fitri, mahasiswa juga ingin merasakan berkumpul dengan keluarga dan kerabat seperti biasanya, tetapi apa daya mereka harus terkurung di dalam kos tempat tinggal mereka.

"Kami anak rantau, mau juga merasakan kumpul bersama keluarga di moment Hari Raya Idul Fitri, tetapi apa daya dengan aturan pemerintah seperti itu. Pemerintah juga tak memberikan jaminan bagi kami mahasiswa dan pelajar, baik dalam bentuk materi maupun barang. Nah, kalau ada itu bisa kami pertimbangkan tapi ini jangankan jaminan, bantuan saja tidak ada," kata Barak yang merupakan mahasiswa dari Universitas Islam Riau (UIR) ini.

Barak menambahkan, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk memulangkan pihaknya ke kampung halaman, dengan menggunakan alat transportasi.

Kemudian menyiapkan tempat isolasi di kampung, yang disediakan oleh pemerintah Kabupaten Inhil, seperti yang sudah banyak dilakukan oleh pemerintah daerah lainnya.

"Atau jika kami memang tidak bisa dipulangkan, kami mendesak pemerintah kabupaten untuk memberikan tunjangan selama pandemi Covid-19 ini berlangsung," harapnya.

Dijelaskannya, aliansi gerakan tersebut diinisiasi oleh beberapa mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir, yang sedang melanjutkan jenjang studi, yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Aliansi ini di kordinator oleh seorang Mahasiswa Universitas Islam Riau yang berasal dari Kecamatan Pulau Burung, Muhammad Almubarak.

Ia juga mengatakan, pentingnya support dari pemerintah daerah terhadap keberlangsungan nasib mereka di tanah rantau di tengah bencana global, Pandemi Covid-19.

"Secara teoritis, kami bisa pahami larangan mudik adalah upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran pandemi Covid-19, akan tetapi hal tersebut juga adalah kekonyolan bagi kami, karena belum adanya jaminan bantuan pemerintah daerah terhadap kami. Apabila, kami terus berdiam diri di kos, minimnya aktivitas diperparah lagi dengan simpanan kehidupan seperti uang, makanan, dan lainnya itu sudah menipis, bahkan tidak ada lagi yang tersisa," ulasnya.

Virus Corona di Pekanbaru - Tribunpekanbaru.com / Alexander.

Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved