Breaking News:

Berita Riau

Lurah Kerinci Timur Nonaktif Sidang Perdana di PN Tipikor, Terlibat Pungli SKGR di Pelalawan Riau

Tersangka Edy Arifin diduga terlibat dalam perkara pemerasan dalam jabatan pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) di Desa Sering

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung
Jaksa Kejari Pangkalan Kerinci mengawal EA Lurah Kerinci Timur ke dalam mobil untuk dilakukan penahanan pada Selasa (17/3/2020) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Lurah Kerinci Timur nonaktif, Edy Arifin, menjalani sidang perdana hari ini, Selasa (12/5/2020), di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Pekanbaru.

Tersangka Edy Arifin diduga terlibat dalam perkara pemerasan dalam jabatan pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) di Desa Sering Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan.

Edy Arifin diduga turut menerima gratifikasi dalam pengurusan SKGR dengan mantan Kepala Desa (Kades) Sering, M Yunusr, yang sudah lebih dulu dihukum.

"Hari ini sidang perdana di PN Tipikor Pekanbaru.”

“Setelah kita limpahkan dua pekan lalu," terang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Andre Antonius SH, kepada tribunpekanbaru.com, Selas (12/5/2020).

Batuk-batuk Seminggu Terakhir, PDP Covid-19 Karyawan PT Duta Palma di Kuansing Riau Meninggal Dunia

Brutal, Orang Gila Masuk Rumah Bacok Balita hingga Tewas,Kakek dan Bocah 9 Tahun Juga Diserang Sabit

Abu Mansur Matridi-Habibi Hapri Resmi Ditunjuk PAN Maju pada Pilkada Pelalawan 2020, SK Sudah Keluar

Kejari Pelalawan telah menyiapkan lima orang tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin langsung Kasi Pidsus Andre Antonius.

Dalam sidang perdana diagendakan pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Edy Arifin dalam perkara gratifikasi pengurusan SKGR itu.

JPU menjerat Edy dengan dakwaan alternatif pasal 12 huruf (e) junto pasal 11 Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Ini perkara lantan dari sebelumnya. Perkara pokoknya sudah diputus oleh pengadilan," tambah Andre.

Seperti diketahui, Edy Arifin terjerat dalam kasus pemerasan dalam jabatan saat menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Pelalawan pada 2014 silam.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved