Breaking News:

Ramadhan 2020

10 Cara Bekerja dan Berdagang yang Diharamkan Rasulullah SAW, Jualan Daging Babi hingga Korupsi

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umat Islam agar mengharamkan 10 cara usaha yang haram lagi buruk, baik itu usaha berupa pekerjaan maupun

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
10 Cara Bekerja dan Berdagang yang Diharamkan Rasulullah SAW, Berdagang Daging Babi hingga Korupsi 
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Memenuhi kebutuhan sehari-sehari untuk bertahan hidup ataupun mencari nafkah untuk keluarga di dalam Islam diajarkan agar manusia berusaha.
Dalam Islam manusia diajarkan berusaha dengan cara-cara yang halal lagi baik, tidak dengan cara haram lagi buruk.
Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umat Islam agar mengharamkan 10 cara usaha yang haram lagi buruk, baik itu usaha berupa pekerjaan maupun usaha berupa perdagangan.
Hanya 10 cara bekerja dan berdagang yang diharamkan Rasulullah SAW, dan ada ribuan cara bekerja dan berdagang yang dihalalkan.
Setelah kita mendapat rezeki, baik itu banyak maupun sedikit, Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam bersyukur.
Jangan sampai apa yang kita miliki di dunia ini hanya untuk berfoya-foya dan menyombongkan diri kepada orang yang miskin, karena Rasulullah SAW dan Allah SWT tak suka.

Seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut ini:

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Benar-benar akan datang kepada manusia suatu masa, pada saat itu orang tidak lagi mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta kekayaan, apakah dari jalan yang halal ataukah jalan yang haram".

Sebagaimana dilansir TribunJambi.com, dan selain itu Allah telah memberi kita rezeki itu semua dengan perantara pekerjaan dan pedagangan yang halal.
Jangan sampai menyalahgunakannya dan jangan bekerja dan berdagang yang dilarang oleh Agama.
Carilah rezeki dengan cara yang halal, pasti akan mendapat berkah dari Allah SWT.
Jangan lakukan 10 cara bekerja dan berdagang ini, karena dilarang agama dan hukumnya haram.
1. Pekerjaan yang berupa kesyirikan dan sihir.
Seperti perdukunan, paranormal, ‘orang pintar’, peramal nasib, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.
2. Pekerjaan yang berupa sarana-sarana menuju kesyirikan.
Seperti menjadi juru kunci makam, membuat patung, melukis gambar makhluk yang bernyawa, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.
3. Memperjual belikan hal-hal yang diharamkan oleh syariat.
Seperti bangkai, babi, darah, anjing, patung, lukisan makhluk yang bernyawa, minuman keras, narkotika, dan lain sebagainya.
4. Memakan harta riba.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah riba yang masih ada pada diri kalian, jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian tidak mau melakukannya, maka terimalah pengumuman perang dari Allah dan Rasul-Nya. ” (QS Al-Baqarah [2] :278-279).
5. Menimbun bahan-bahan perdagangan.
Di saat harganya murah dan dibutuhkan oleh masyarakat dengan tujuan meraih keuntungan yang berlipat ganda pada saat harganya melambung tinggi.Dari Umar bin Khathab ra , ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa menimbun bahan makanan yang dibutuhkan oleh kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menimpakan penyakit lepra dan kebangkrutan kepadanya.
6. Perjudian.
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer (minuman keras), perjudian, berkurban untuk berhala-berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah oleh kalian perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian mendapatkan keberuntungan.
Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan melakukan perjudian dan menghalang-halangi {melalaikan} kalian dari dzikir kepada Allah dan dari shalat. Maka mengapa kalian tidak mau berhenti? (QS Al-Maidah [5]: 90-91).
7. Memakan harta anak yatim secara dzalim.
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS An-Nisa’ [4): 10).
8. Mencuri, mencopet, menjambret, dan merampok.
Ilustrasi Jambret
Ilustrasi Jambret (tribunpekanbaru)
Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah (pergelangan) tangan-tangan mereka sebagai hukuman dari Allah atas kejahatan mereka. (QS Al-Maidah [5]: 38).
9. Mengurangi timbangan dan takaran.
Timbangan atau takaran dalam jual beli
Timbangan atau takaran dalam jual beli (Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri)

Kecelakaan bagi orang-orang yang melakukan kecurangan dalam timbangan, yaitu kalau menakar milik orang lain untuk dirinya, ia meminta disempurnakan. Namun, apabila mereka menakar barang dagangan mereka untuk orang lain, ia merugikan orang lain (dengan mengurangi takaran). (QS Al-Muthaffifin: 1-3).

10. Korupsi dan penipuan terhadap rakyat.

Dari Ma’qil bin Yasar ra ia berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Tidak ada seorang hamba pun yang diberi amanat oleh Allah untuk menjadi pemimpin sebuah masyarakat lalu ia tidak memimpin mereka dengan ketulusan (kejujuran), kecuali ia tidak akan mendapatkan bau surga.” Dalam lafal Muslim: “… kecuali Allah mengharamkan surga atasnya.“

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul 10 Pekerjaan Ini Diharamkan Rasulullah, Nomor 4 dan 8 Masih Banyak Dilakukan di Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved