Rokan Hulu

Bermain Bersama Teman-temannya di Kolam Bekas Galian C, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tenggelam dan Tewas

Bocah berusia 7 tahun ditemukan meninggal tak bernyawa setelah tenggelam usai bermain di bekas galian C milik Tono, Selasa (12/5) di Ujung Batu Riau

Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Jenazah D sampai di rumahnya sebelum dimakamkan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Bocah berusia 7 tahun ditemukan meninggal tak bernyawa setelah tenggelam usai bermain di bekas galian C (quary) milik Tono, Selasa (12/5) di Ujung Batu.

Bocah yang diketahui sebagai warga Desa Ngaso Ujung Batu itu tewas akibat tenggelam saat bermain dengan teman-temannya di sekitar kawasan tersebut.

Paur Humas Polres Rohul Ipda Feri Fadli pada Rabu (13/5) mengatakan, pihaknya membenaekan adanya insiden naas tersebut.

Feri menyebut, kabar meninggalnya bocah berinisial D itu diketahui dari sosial media.

Dari sana, unit intel Polsek Ujung Batu langsung melakukan pengecekan kebenaran info terkait.

Rayakan Kelulusan dengan Aksi Vulgar hingga Viral di Medsos, Siswa SMA di Riau Dijatuhi Sanksi Adat

"Orangtua korban bernama Mulyati sudah kita konfirmasi dan membenarkan kabar tersebut. Bahwa, anaknya meninggal akibat tenggelam di bekas galian C yang sudah lama tak beroperasi," kata Paur.

"Korban pun sudah dikebumikan oleh pihak keluarganya di Pemakaman Umum Desa Ngaso sekira pukul 15.30 di hari yang sama," jelasnya.

Kronologi bermula, ketika D bermain dengan rekannya Ranjes yang diketahui sebagai anak berkebutuhan khusus.

Baru sekitar pukul 12.00 siang, Sri Mulyati mendapat kabar dari Yoyot keponakannya, bahwa anaknya tenggelam di lubang bekas galian C tersebut.

"Dari info tersebut, Pingki dan Yoyot bersama sejumlah masyarakat melakukan pencarkan di lokasi kejadian dan baru sekira pukul 13.00 siang D ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri," papar Paur.

Sempat MENGAMUK Ketika Disumbangi Beras Tiga Sendok, Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu Dinilai Anti Kritik

Jasad D kemudian dibawa oleh masyarakat ke Puskesmas Ujung Batu, namun sayang nyawanya gidak terselamatkan lagi dan dinyatakan meninggal dunia.

"Keluarga korban sudah mengikhlaskan dan menerima meninggalnya anaknya tersebut. Keluarga korban juga menolak anaknya untuk diautopai dan tidak ingin melakukan gugatan apapun atas musibah tersebut," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

Penulis: Syahrul
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved