Pelaksanaan PSBB di Riau

Malam Ini Pemerintah Bengkalis Gelar Rapat PSBB Bengkalis, Pedagang Mulai Khawatir Cari Nafkah

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bengkalis Johansyah Syafri membenarkan bahwa akan digelar rapat malam ini bahas PSBB

istimewa/bengkaliskab.go.id
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid 19 Bengkalis, Johansyah Syafri 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Meskipun sudah menerima informasi Surat Keputusan Menteri Kesehatan terkait penerapan PSBB lima kabupaten Kota di Riau termasuk Bengkalis, pemerintah Bengkalis belum memutuskan kapan mulai menerapkan PSBB.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bengkalis Johansyah Syafri membenarkan hal ini. Menurut dia, rencana rapat terkait PSBB baru akan dilaksanakan malam ini.

"Rapat baru akan dilaksanakan nanti malam. Setelah rapat baru dapat gambaran bagaimana pelaksanaan PSBB yang akan dilakukan," terang Johansyah singkat.

Sementara itu informasi akan diterapkan PSBB di Bengkalis sudah beredar dimasyarakat Bengkalis.

PSBB 5 Kabupaten/Kota di Riau Dilaksanakan Serentak dengan Perpanjangan PSBB Kota Pekanbaru

Sebagian masyarakat merasa keberatan jika akan diterapkan PSBB di Bengkalis, karena akan berdampak dengan perekonomian.

Seperti diungkap Deli salah satu pedagang pakaian di Bengkalis.

Menurut dia, jika jadi diterapkan tentu akan berpengaruh dengan mata pencarian dirinya yang berjualan setiap hari.

Karena informasi diterimanya jika PSBB berlaku seluruh kedai harus tutup yang boleh beroperasi hanya kedai sembako.

"Kalau kondisinya seperti itu mau cari makan dimana saya. Sehari hari kebutuhan hidup kami dari berjualan dipasar saja," terang Deli.

Deli juga mendengar nantinya akan ada bantuan untuk masyarakat jika PSBB benar benar diterapkan. Namun dia tidak tahu pasti bagaimana bantuan itu akan disalurkan.

Warga Kecamatan Bengkalis Mulai Terima BST dari Pemerintah Pusat Melalui Kantor Pos

"Bantuan yang ada sekarang aja kabarnya masih banyak warga terdampak Covid yang belum menerimannya. Bagaimana kalau kami yang tidak jualan lagi ada jaminan tidak bakal menerima juga," terangnya.

"Kami butuh uang setiap hari, kalau kedai kami disuruh tutup dari mana dapat uang lagi untuk kebutuhan sehari hari," tandasnya.(tribunpekanbaru.com/muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved