Breaking News:

Pelalawan

Hari Pertama PSBB di Pelalawan Riau Masih Ada Pengendara Motor yang Tak Kenakan Masker

Pantauan Tribunpekanbaru.com di sekitar Kota Pangkalan Kerinci masih banyak pengendara yang tidak menggunakan masker yang melintas di Jalintim

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Pelaksanaan PSBB hari pertama di Kabuaten Pelalawan Riau tampak masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak memakai masker saat berkedara di Jalintim Kota Pangakalan Kerinci, Jumat (15/5/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Pelalawan mulai hari ini, Jumat (15/5/2020), berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemprov Riau dengan Pemda Pelalawan.

Banyak aktivitas dan kegiatan masyarakat yang dibatasi saat PSBB yang diselenggarakan selama 14 hari kedepan. Mulai dari pembatasan kegiatan sosial budaya, keagamaan, pendidikan, transportasi, hingga keamanan.

Selain itu pemerintah menganjurkan setiap warga yang beraktivitas keluar rumah diwajibkan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

PSBB di Pelalawan Riau Mulai Diterapkan Hari Ini, Aktivitas Masyarakat Berjalan Seperti Biasa

Pantauan tribunpekanbaru.com di sekitar Kota Pangkalan Kerinci masih banyak warga yang tidak menggunakan masker.

Pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) tampak mengabaikan anjuran pemakaian pelindung hidung dan mulut itu.

Berdasarkan hasil rapat kordinasi Bupati Pelalawan HM Harris dengan Gubernur Riau, Syamsuar, selama tujuh hari ini merupakan tahap sosialisasi PSBB kepada masyarakat.

Petugas belum memberlakukan sanksi kepada warga yang melanggar aturan pembatasan sosial yang dimaksud dalam Peraturan Gubernur (Pergub) yang diterbitkan.

"Selama tujuh hari kedepan ini masih sosialisasi. Seluruh camat, lurah, dan kepala desa sudah kita perintahkan agar menyampaikan kepada warga," tutur Bupati Harris kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (15/5/2020).

Tujuh Hari Sebagai Sosialisasi, PSBB di Pelalawan Riau Dimulai Jumat 15 Mei Besok Selama Dua Pekan

Harris menyebutkan, pemda akan menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai turunan dari Pergub untuk menyatur hal-hal yang spesifik pembasatan masyarakat sesuai dengan kondisi daerah.

Dalam Perbup akan difokuskan beberapa poin penting yang menyangkut kehidupan sehari-hari warga.

Seperti toko atau usaha yang diperbolehkan buka hanya sampai pukul 17.00 wib, tapi khusus untuk penjual sembako dan bahan makanan diperbolehkan beroperasi hingga malam serta diatur lagi pembatasannya.

Selain itu pemberlakuan jam malam bagi aktivitas warga yang direncanakan mulai pukul 21.00 wib sampai jam 04.00 wib.

"Dalam tig hari kedepan kita upayakan Perbup sudah selesai, tentu berpedoman dari Pergub," tandas Harris. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved