Breaking News:

Ramadhan 1441 H

Itikaf Bisa Dilakukan di Rumah? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal Cara Itikaf saat Wabah Corona

karena masa pandemi virus corona, itikaf tak dapat dilakukan di masjid. Lantas, apakah itikaf bisa dilakukan meski berada di dalam rumah?

Tribun Pekanbaru/Capture Youtube
Itikaf Bisa Dilakukan di Rumah? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal Cara Itikaf saat Wabah Corona 

3. Zikir

4. Tafakkur

5. Baca buku

* 3 pilihan waktu itikaf

1. Shalat subuh.

Zikir sampai matahari terbit.

Shalat sunnat isyraq.

Sekitar 90 mnt.

2. Shalat isya

Tarawih

Witir

Tadarus quran

Zikir

Sekitar 90 menit

3. Bangun malam

Sholat sunnat wudhu'

Sholat sunnat taubat

Sholat sunnat hajat

Sholat tahajjud

Baca quran

Zikir (Sekitar 90 menit)

Cara Wanita Haid Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar bisakah diraih wanita yang sedang haid?

Setidaknya, ada 3 amalan yang bisa dikerjakan wanita sedang haid untuk meraih malam Lailatul Qadar bertepatan di 10 hari terakhir Ramadhan 1441 H.

Wanita haid atau yang sedang mendapatkan menstruasi tidak bisa memegang Alquran maupun Itikaf di masjid untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Namun, jangan khawatir, ada cara wanita haid mendapatkan malam Lailatul Qadar dengan mudah di rumah.

Walaupun tengah haid atau menstruasi, wanita tidak perlu khawatir luput dari kemuliaan 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Seluruh umat Islam baik laki-laki atau perempuan sejatinya berlomba-lomba meraih Lailatul Qadar dengan berbagai amalan baik.

Salah satu amalan yang dianjurkan meraih Lailatul Qadar ialah salat.

Bagi laki-laki tentu melakukan ibadah salat bukan lah perkara sulit.

Pasti banyak yang bertanya, bagaimana dengan wanita yang tidak bisa ibadah salat karena sedang haid?

Tetap tenang karena salat bukan lah satu-satunya amalan utama untuk meraih Lailatul Qadar.

Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain kemudian menjelaskan ada tiga tingkatan untuk meraih Lailatul Qadar.

وَمَرَاتِبُ إِحْيَائِهَا ثَلَاثَةٌ عُلْيَا وَهِيَ إِحْيَاءُ لَيْلَتِهَا بِالصَّلَاةِ وَوُسْطَى وَهِيَ إِحَيَاءُ مُعْظَمِهَا بِالذِّكْرِ وَدُنْيَا وَهِيَ أَنْ يُصَلِّيَ الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَالصُّبْحِ فِي جَمَاعَةٍ

Artinya, "Tingkatan menghidupkan lailatul qadar ada tiga. Yang tertinggi adalah menghidupkan lailatul qadar dengan shalat. Sedang tingkatan yang sedang adalah menghidupkan lailatul qadar dengan zikir. Tingkatan terendah adalah menjalankan shalat Isya dan Subuh berjamaah," (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Fikr, halaman 198).

Dari tingkatan itu, amalan paling mungkin dilakukan wanita ketika haid untuk meraih Lailatul Qadar ialah tingkat kedua atau memperbanyak zikir, berdoa dan beristigfar.

Dalam Al-Qur’an, Surat Al-Qadr ayat empat dinyatakan bahwa malaikat akan turun saat malam Lailatu Qadar.

Ketika malaikat turun melingkupi seseorang maka dia akan senang dengan apapun bentuk kebaikannya.

Baik laki-laki maupun wanita yang tengah menstruasi, jika melakukan kebaikan-kebaikan secara terus-menesrus waktu akan mengantarkannya meraih kemuliaan Lailatul Qadar.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kata Ustaz Abdul Somad soal Cara Itikaf di Rumah saat Pendemi Corona, Menanti Malam Lailatul Qadar, https://makassar.tribunnews.com/2020/05/15/kata-ustaz-abdul-somad-soal-cara-itikaf-di-rumah-saat-pendemi-corona-menanti-malam-lailatul-qadar?page=all.

Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved