Pelaksanaan PSBB di Riau

PSBB di Pelalawan Riau Mulai Diterapkan Hari Ini, Aktivitas Masyarakat Berjalan Seperti Biasa

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Pelalawan Riau mulai berlaku sejak hari ini, Jumat (15/5/2020)

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Kondisi Jalan Lintas Timur Kota Pangkalan Kerinci tampak seperti biasanya ada hari pertama penerapan PSBB di Kabupaten Pelalawan, Jumat (15/5/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Pelalawan Riau mulai berlaku sejak hari ini, Jumat (15/5/2020).

PSBB akan diselenggarakan selama 14 hari kedepan untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Pasalnya sudah empat orang warga Pelalawan yang terjangkit virus corona dari Klaster Magetan dan mahasiswa Saudi Arabia.

Pantauan tribunpekanbaru.com di sepanjang Jalan Lintas Timur Kota Pangkalan Kerinci, aktivitas masyarakat berjalan seperti biasanya.

Rumah Toko (Ruko) di tepi jalan yang menjajakan pakaian, barang elektronik, dan usaha lainnya beroperasi seperti hal sebelum pelaksanaan PSBB.

Demikian juga pedagang yang berjualan masker dan dagangan lainnya di trotoar jalan masih terlihat.

Tega Prank Petugas Medis Dengan Kejang-kejang Ala Covid-19, Cewek Bone ini Diancam 10 Tahun Penjara

Peringatan Dini BMKG Jumat 15 Mei,  Potensi Hujan Petir dan Angin di Wilayah Indonesia Termasuk Riau

PSBB Tahap III di Pekanbaru, Berlaku Serentak dengan PSBB Lima Daerah di Riau

"Berita kami baca kemarin hari ini PSBB. Tapi belum ada sosialisasi dari pemerintah. Saya sendiri kurang tau apa itu PSBB," ungkap Rahmadi Putra (39), warga Pangkalan Kerinci kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (15/5/2020).

Karyawan sebuah perusahaan ini mengaku diintruksikan bekerja seperti biasanya. Tapi harus tetap menggunakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain selama di lingkungan perusahaan maupun di luar rumah.

Dikatakannya, informasi pemberlakuan PSBB banyak beredar di media sosial dan diberitakan media. Hanya saja seperti apa pembatasan aktivitas masyarakat belum jelas sampai saat ini.

Seorang pemilik Ruko yang membuka toko ponsel menuturkan hal serupa.

Pria yang tak ingin namanya ditulis ini meminta pemerintah atau pihak yang berwenang untuk menjelaskan terkait PSBB.

Ia mendengar toko-toko bisa beroperasi hingga sore hari saja, tapi belum jelas batasan jamnya.

"Memang satu minggu ini katanya tahap sosialisasi. Tapi belum ada yang mensosialisasi ke kami seperti apa PSBB ini," terang lelaki berkulit putih ini.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved