Dumai

Salurkan 19.943 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19 di 3 Kecamatan Di Dumai

Dua hari Sebelum diterapkannya PSBB di Kota Dumai, Senin (18/5/2020) pekan depan, Pemko menyalurkan bansos kepada warga di tiga kecamatan

Tribunpekanbaru.com/Donny
Dua hari Sebelum diterapkannya PSBB di Kota Dumai, Senin (18/5/2020) pekan depan, Pemko menyalurkan bansos kepada warga di tiga kecamatan 

TRIBUNPEKANBARU.COM,DUMAI - Dua hari Sebelum diterapkannya Pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Kota Dumai pada Senin (18/5/2020), bantuan sosial dari Pemerintah Kota Dumai untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 mulai disalurkan.

Kepala Dinas Sosial Kota Dumai, Hasan Basri menjelaskan, bantuan sosial untuk warga terdampak Covid-19 di Kota Dumai sudah mulai disalurkan pada Kamis (14/5/2020).

"Bantuan yang disalurkan dalam bentuk paket sembako," katanya, Jumat (14/5/2020).

Ia menambahkan, bantuan Sembako sudah mulai disalaurkan di Kelurahan se Kecamatan Bukit Kapur, Kecamatan Dumai timur dan Kecamatan Dumai Barat mudah-mudahan besok di kelurahan lain juga sudah mulai di distribusikan.

SEKDAKO Dumai : PSBB di Dumai Bakal Habiskan Rp 300 Miliar, Penerapan PSBB di Dumai Mulai Hari Senin

PSBB di Dumai Mulai Hari Senin, Draf Perda dan Perwako sudah Disiapkan, Ini Sanksi Hukumnya

"Paket sembako yang sudah kita beli sebanyak 19.943 paket. Tahap pertama 14.143 paket sembako mulai di distribusikan kepada warga terdampak Covid-19," jelasnya.

Lebihlanjutditerangkanya, paket sembako yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, atau masuk kedalam Non Data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), terdiri dari 10 kg beras, 1 kardus mie instan, 1 papan telur, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng sarden, 1 kg gula, 1 kecap, 1 botol saos sambal, 1 kotak teh.

"Bantuan itu akan disalurkan secara bertahap, melalui Kelurahan melibatkan Ketua Rukun Tetangga (RT), bahkan saat ini masyarakat bukit kapur sudah ada yang menerima," sebutnya.

Saat ditanya berapa nilai sembako, Hasan mengaku, sesuai harga perkiraan sendiri (HPS) paket sembako tersebut semula dianggarkan Rp.300 ribu per paket.

"Sesuai HPS, paket sembako tersebut semula dianggarkan Rp.300 ribu per paket. Namun dalam perjalanan harganya berubah menjadi Rp.282.200 per paket. Ada penghematan sekitar Rp.17.800 karena langsung dibeli dari grosir," paparnya.

Hasan mengatakan, pada waktu menyusun HPS harga masih fluktuasi. Seperti gula, harga di pasaran tidak menentu.

"Pada prinsipnya uang yang dikeluarkan untuk membayar paket sembako nilainya sesuai kontrak yaitu Rp.282.200. Sisa anggaran di kembalikan ke kas daerah atau ke kas Dinsos. Apapun bentuk pengeluarannya harus sesuai kontrak, jika ada sisa, namanya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) uangnya kita setorkan kembali ke kas daerah," imbunnya.

Korsleting Pada Stop Kontak, Satu Petak Rumah Warga Bukit Kapur Dumai Terbakar

Penerapan PSBB di Dumai, Pemko Segera Menggelar Rapat Bersama Forkopimda, Jam Malam Diperketat

Terkait bantuan uang tunai Rp.300 ribu rupiah untuk warga terdampak Covid-19, ‎Hasan menjelaskan, bantuan uang tunai Rp300 ribu per KK bantuan dari Pemerintah Provinsi. Namun hingga saat ini bantuan dari Pemerintah Provinsi belum turun.

"Yang pasti, semua persyaratan untuk bantuan tersebut sudah di sampaikan ke Pemerintah Provinsi seperti proposal, data penerima bantuan, termasuk surat permintaan yang ditandatangani walikota beserta sebanyak 28.927 KK," terangnya.

Ia mengaku, bantuan yang diajukan ke Pemprov yaitu bantuan uang tunai Rp300 ribu per KK, jumlahnya sesuai dengan data Non - DTKS.

"Berdasarkan data Non- DTKS Kota Dumai, sebanyak 28.927 KK terdampak Covid-19 akan menerima bantuan. Total anggaran yang diajukan sekitar Rp.30 Miliar. Ketika bantuan dari provinsi sudah masuk, langsung diberikan kepada yang berhak menerima," Pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/Donny Kusuma )

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved