Video Berita
VIDEO: Hari Pertama PSBB Bengkalis, Belum Terlihat Aktifitas Berbeda dari Hari Biasa
Sejumlah toko pakaian dan toko lainnya masih terlihat buka. Tidak terlihat sama sekali adanya petugas yang patroli di sejumlah ruas jalan utama kota
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: David Tobing
TRIBUNPEKANBARU.com, BENGKALIS - Bengkalis satu diantara lima kabupaten dan kota yang menerapkan Pembatasan Berskala Besar (PSBB), Jumat (15/5) pagi ini.
Namun dihari pertama penerapan PSBB di Bengkalis terlihat tiada beda dengan hari biasanya.
Pasalnya aktifitas masyarakat masih berjalan normal. Sejumlah jalan jalan utama kota masih ramai warga yang lalu lalang, bahkan sebagian warga tidak menggunakan masker saat diluar rumah
Sejumlah toko pakaian dan toko lainnya masih terlihat buka. Tidak terlihat sama sekali adanya petugas yang patroli di sejumlah ruas jalan utama kota melakukan pengawasan.
Begitu juga kondisi dipelabuhan Roro Bengkalis masih terlihat antrian kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua.
Meskipun tidak begitu padat, bongkar muat kendaraan tetap berjalan seperti biasanya.
Budi satu diantaranya warga Bengkalis yang pagi ini beraktifitas diluar rumah, dia merasakan sendiri memang kondisi hari ini masih sama seperti biasanya.
Padahal informasi diterimanya kemarin hari akan diterapkan PSBB oleh pemerintah.
"Informasi yang saya dengan hari ini mau PSBB baik dari media sosial maupun berita yang ada. Tapi rasanya tidak ada beda dengan hari biasanya masyarakat ramai juga di luar ini," ungkap Budi.
Meskipun mendapat kabar akan diberlakukannya PSBB, namun Budi tidak merasakan adanya sosialisasi yang dilakukan pemerintah baik dari desa maupun tingkat RT bagaimana penerapan PSBB ini. Sehingga dirinya tidak begitu mengerti apa yang dilarang dan dibolehkan saat PSBB ini.
"Sampai hari ini kami belum ada dapat informasi, apa yang dilarang dan tidak. Jadi kami tetap aja kita beraktifitas seperti biasa," ungkapnya.
Hal yang sama diungkap Jefri satu diantara pemilik toko di Bengkalis. Sampai hari ini tokonya tetap buka seprti biasa, karena belum ada imbauan ataupun larangan yang diterimanya.
"Semalam sempat bingung hari ini buka atau tidak, tapi sampai malam tadi tidak ada kita terima imbauan bagaimana untuk PSBB ini. Makanya kita buka saja," terangnya.
Jefri bersedia tutup nantinya jika toko miliknya diminta oleh petugas selama PSBB berlangsung. Namun dia meminta ada informasi jelas dari pemerintah apa terkait aturan aturannya.
"Maunya tetap buka, kalau disuruh untuk memenuhi syarat seperti batas waktu untuk pengunjung ataupun terapkan jaga jarak di dalam toko kita siap. Tapi kalau disuruh tutup mau bagaimana lagi terpaksa kita tutup,"tandasnya.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)