Pasien Positif Covid 19 Sembuh di Riau

BREAKING NEWS: Satu Pasien Positif Corona di Pelalawan Riau Dinyatakan Sembuh, dari Klaster Magetan

Satu dari empat pasien positif corona di Pelalawan telah dinyatakan sembuh.Pasien tersebut berinsial AMH berusia 16 tahun

ISTIMEWA
Tim medis Dinas Kesehatan Pelalawan melakukan rapid test terhadap warga yang merupkan Klaster Megetan di Kecamatan Bandar Petalangan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN -  Satu dari empat pasien positif corona di Pelalawan telah dinyatakan sembuh.

Pasien tersebut berinsial AMH berusia 16 tahun berasal dari Desa Bukit Gajah Kecamatan Ukui.

Kabar gembira itu disampaikan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Pelalawan Riau pada Jumat (18/5/2020).

AMH merupakan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

"Alhamdulillah pasien AMH dari Ukui telah sembuh. Siang ini akan pulang ke rumahnya," terang juru bicara GTPP Covid-19 Pelalawan, H Asril M.Kes, Senin (18/5/2020).

Asril menyebutkan, AMH menjalani perawatan dan pengobatan di ruang siolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci selama satu pekan sejak dinyatakan positif corona.

Tambah 2 Posko Cek Poin di Jalan Koridor RAPP, Perbatasan Pelalawan Riau Dijaga Ketat Selama PSBB

Dikebumikan dengan Protokol Covid-19, Delapan PDP yang Meninggal di Pelalawan Riau Negatif Corona

Penerapan PSBB di Pelalawan Jam Malam Mulai Diberlakukan, Ratusan Personil Dilibatkan

Bersamaan dengan dua pasien positif lainnya yang juga dari Klaster Magetan yakni RAH (13) dari Kecamatan Langgam dan MR (20) dari Bandar Petalangan.

Alhasil dari empat warga Pelalawan yang positif corona, satu diantaranya telah sembuh dan tiga lagi, termasuk yang dirawat di Pekanbaru, masih masa pengobatan intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan ini menyebutkan, AMH menjalani empat kali pemeriksaan laboratorium terhadap cairan hidung dan mulut selama diisolasi.

Hingga swab keempat, ia dinyatakan telah negatif corona.

Namun sesuai anjuran dokter, santri itu tetap menjalani isolasi mandiri di rumahnya selama 10 sampai 14 hari kedepan.

"Ini kembali menjadi bukti bahwa corona bisa disembuhkan. Menjadi motivasi bagi kita semuanya, termasuk masyarakat luas," tandas Asril.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved