Lagi Hamil 4 Bulan, Perawat RS Royal Ari Puspita Sari Meninggal Dunia, Berstatus PDP Covid-19
Saat diamati, video berdurasi 52 menit itu seolah menceritakan, perawat tersebut akan dipindahkan ke ruangan khusus untuk dapat penanganan yang lebih
TRIBUNPEKANBARU.COM - Perawat Rumah Sakit Royal hamil 4 bulan gugur diduga terpapar virus corona covid-19.
Kabar gugurnya perawat RS Royal ini viral dan menjadi perbincangan ramai.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, sebuah video yang merekam detik-detik perawat ini didorong oleh 7 rekannya menggunakan alat pelindung diri (APD) keluar dari sebuah ruangan viral di media sosial.
Perawat ini terbaring di bed pasien menggunakan alat bantu pernafasan (ventilator).
Garda terdepan atau tenaga medis itu diduga terjangkit virus Corona.
Saat diamati, video berdurasi 52 menit itu seolah menceritakan, perawat tersebut akan dipindahkan ke ruangan khusus untuk dapat penanganan yang lebih maksimal.
Saat perawat itu hendak memasuki lift, beberapa kawan kerjanya menyebut nama nakes itu berulang kali sambil menangis.
"Ya Allah ari, ari, ari ari," kata perekam sambil menangis.
Ketika perawat bernama Ari masuk ke lift, sudah ada banyak nakes melihatnya sambil menangis.
Bahkan, didurasi ke 47 detik terdapat satu nakes memakai baju hijau menangis sampai tubuhnya terjatuh lemas.
Adapun nakes lain yang menopang nakes berbaju hijau yang menangis. Mereka juga terlihat menangis bersama sambil mengusap air matanya dengan tisu.
Kabar Terbaru Sudah Meninggal Dunia
Informasi yang didapat wartawan surya.co.id, perawat itu kini meninggal dunia.
Juru bicara penanganan Covid-19 RS Royal dr Dewa Nyoman Sutanaya mengatakan, nakes tersebut menghebuskan nafas terakhir di RSAL pada pukul 10.50 WIB.
"Iya, tadi dapat informasi meninggal sekitar pukul 10.50. Kita perwakilan RS Royal sudah ke RSAL," ucap dia.
"Yang memakamkan pihak RSAL karena protokolnya kan begitu kita mendampingi saja melihat dari jauh," imbuh Dewa.
Sementara, kata Dewa, naskes tersebut meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSAL.
"Sebelumnya di sini (RS Royal), 3 hari terus dipindah RSAL 2 Hari dan pagi tadi meninggal," ucap dia.
Saat disinggung nakes tersebut tengah hamil, Dewa menjawab, nakes sedang mengandung dengan usia kandungan diperkirakan dua trimester.
"Iya (hamil). Pastinya saya nggak tahu (usia kandungan) tapi sekitar trimester dua awal. Tapi kalau sedang hamil sih, iya, benar hamil," ucap dia.
Dokter RSUD dr Soewandhie Gugur
Sebelumnya, sebuah video mengharukan detik-detik mobil ambulance yang membawa jenazah dr. Berkatnu Indrawan Janguk ke luar RSUD dr Soewandhie Surabaya viral di media sosial.
Dokter Barkatnu Indrawan Janguk, adalah dokter yang biasa bertugas di IGD RSUD dr. Soewandhie Surabaya yang gugur di tengah tugas kemanusiaan mengatasi pandemi covid-19.
Puluhan orang mulai dari dokter, perawat hingga petugas keamanan turut melepaskan jenazah dr Berkatnu ke luar rumah sakit menuju peristirahatan terakhir.
Mereka tampak memberikan penghormatan terakhir dengan khidmat.
Video mengharukan ini kali pertama diunggah di akun Instagram Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
"#DulurSehatSby, inilah suasana pelepasan jenazah almarhum dr. Berkatnu Indrawan Janguk di RSUD Dr. Moh Soewandhie Surabaya malam tadi.
Sekali lagi, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. .
Saatnya kami yang meneruskan langkah perjuanganmu kawan, dan perjuangan ini belum berakhir," tulis akun Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Diketahui, dr. Berkatnu Indrawan Janguk menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (27/4/2020) malam.
Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, almarhum semasa hidupnya memang memiliki riwayat penyakit asma.
Kemudian tiga pekan lalu, sempat melakukan tes swab di RSUD Soewandhie dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19.
"Pertama kali almarhum ambil swab itu tiga minggu lalu hasilnya positif, terus swab lagi negatif, kemudian swab lagi negatif. Tapi ternyata tubuhnya tidak bisa membentuk imun," kata Febria Rachmanita dalam keterangan resminya.
Beberapa hari terakhir saat dirawat di ICU, kondisi almarhum membaik. Diduga, terjadi pembengkakan pada jantung.
Almarhum merupakan dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSUD dr. Soewandhie Surabaya.
Beberapa waktu lalu, sempat menangani pasien asal Pemalang yang kebetulan tidak mengaku jika terkena virus corona. Imbasnya, almarhum akhirnya ikut terpapar covid-19.
Perempuan yang akrab disapa Feny itu mengatakan, pihaknya berharap tak ada lagi tenaga medis yang terpapar virus corona.
"Meskipun mereka menggunakan APD lengkap, tapi saya harap tidak ada lagi pejuang medis yang terpapar hingga meninggal,” ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Perawat RS Royal Surabaya Hamil 4 Bulan Gugur Diduga Terpapar Covid-19, Video Tangis Rekannya Viral, https://surabaya.tribunnews.com/2020/05/18/perawat-rs-royal-surabaya-hamil-4-bulan-gugur-diduga-terpapar-covid-19-video-tangis-rekannya-viral?page=all