Virus Corona di Riau

Penerbangan Kembali Dibuka, Gugus Tugas Minta Pendatang Wajib Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari

Berdasarkan data yang dimiliki oleh gugus tugas, kasus penyebaran virus corona di Riau sebagian besar adalah kasus impor

TribunPekanbaru/RizkyArmanda
Seorang calon penumpang diperiksa kondisi suhu tubuhnya dengan thermal gun oleh petugas sebelum masuk ke counter check in, Jumat (24/4/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yopi, Minggu (17/5/2020) mengungkapkan, dengan dibuka akses transportasi udara ke Riau maka potensi penyebaran virus corona akan semakin terbuka.

Sebab pendatang yang masuk ke Riau bisa saja menjadi pembawa virus dan menukarkan ke orang lain.

Bukan tanpa alasan, berdasarkan data yang dimiliki oleh gugus tugas, kasus penyebaran virus corona di Riau sebagian besar adalah kasus impor.

Yakni kasus yang dibawa oleh warga Riau yang baru pulang dari luar Riau.

Sebut saja, kluster kepulangan santri asal Ponpes Magetan yang saat ini sudah mencapai 20 kasus, kemudian kluster Sukabumi, kluster Medan 1 dan 2, kluster Tabligh Akbar Malaysia dan kluster mahasiswa Arab Saudi.

"Dengan dibukanya akses penerbangan ini kita harus waspada. Kami minta pihak-pihak yang terkait dengan otoritas bandara agar lebih ketat lagi dalam melakukan pemeriksaan terhadap warga Riau yang baru datang dari luar," kata Indra Yopi.

Nekat Buka Plastik Jenazah Terinfeksi Virus Corona, 15 Warga Dinyatakan Positif Covid-19

BREAKING NEWS: Tambah 4 Kasus Baru Pasien Positif Covid-19 di Riau, dari Klaster Ponpes Magetan

Klaster Santri Jawa Timur Buat Satu Keluarga di Bengkalis Riau Positif Terinfeksi Virus Corona

Pihaknya meminta agar seluruh pendatang yang baru tiba melalui bandara SKK II Pekanbaru diberikan kartu dan didata alamat lengkap serta nomor telepon yang bersangkutan.

Sehingga jika suatu saat terjadi gejala, petugas dapat dengan mudah melakukan tracing terhadap para pendatang tersebut.

"Mereka yang baru tiba dari luar Riau melalui jalur udara ini juga wajib melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari," katanya.

Kepada warga Riau yang baru tiba dari luar daerah dan masuk ke Riau melalui bandara agar disiplin dalam melakukan karantina ini. Terlebih mereka yang baru melakukan perjalanan dari daerah terjangkit atau zona merah.

"Kami minta peran RT dan RW untuk mengawasi warganya yang baru datang dari luar. Ini harus diawasi, apalagi sudah sekarang sudah ada RT dan RW siaga. Saya minta ini tolong dipantau," ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada pihak berwajib akan melakukan tindakan tegas dan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Isolasi mandiri harus ketat dan harus dipatuhi, kalau tidak mestinya ada sanksi, apalagi beberapa daerah di Riau kan sudah memberlakukan PSBB," katanya.

(TribunPekanbaru/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved