Berita Riau

Visa Mahasiswa Riau di Luar Negeri Over Limit Akibat Covid-19, Pemulangan oleh Pemprov Pilih Kasih

Pemulangan sementara ini haruslah tepat sasaran, dengan alasan yang kuat yaitu bagi orang-orang yang tidak memiliki jalan lain lagi selain dipulangkan

Tribun Pekanbaru/Istimewa
Visa Mahasiswa Riau di Luar Negeri Over Limit Akibat Covid-19, Pemulangan oleh Pemprov Pilih Kasih. Foto : Dua mahasiswa Riau di Azerbaijan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau beberapa waktu lalu melakukan pemulangan untuk sejumlah mahasiswa Riau yang belajar di Luar negeri, terutama dari Arab Saudi, Sudan dan Malaysia, hanya saja sebagian masih banyak mahasiswa asal Riau di luar negeri yang minta dipulangkan akibat wabah covid-19, namun sampai saat ini belum diperhatikan pemprov Riau.

Para mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari beberapa lembaga kemahasiswaan tersebut yakni YAPARI, AMRI, IPEMARU, ATNIG, PKU KOMUNITAS, PKU CITY, PSL CONSULTING, SPE UIR, SCI dan GLOBAL HANIF menyuarakan pemulangan mahasiswa sebelumnya akibat Pandemi Covid-19 dianggap kurang tepat sasaran.

"Pemulangan sementara ini haruslah tepat sasaran, dengan alasan yang kuat yaitu bagi orang-orang yang tidak memiliki jalan lain lagi selain dipulangkan sementara, mengikuti semua prosedur yang ada (termasuk check kesehatan dan karantina) dan mampu membuktikan kondisi yang menjadi alasan untuk harus dievakuasi," ujar Mahasiswa yang belajar di luar negeri juga Sekretaris Yayasan Pengkaderan Riau (YAPARI) Muhammad Nurwahyuda kepada tribunpekanbaru.com Minggu (17/5/2020).

Mereka berharap pemerintah daerah di Provinsi Riau dan masyarakat Riau untuk tidak menutup mata terhadap mahasiswa lain yang kondisinya dalam kesulitan di luar negeri tersebut.

"Kami juga apresiasi upaya-upaya pemprov dalam hal membantu kepulangan mahasiswa/i dari Arab Saudi, Malaysia dan Sudan. Namun dalam hal ini masih ada beberapa orang yang dalam kondisi yang sangat urgent dan dapat membuktikan alasan kenapa harus dievakuasi sebagi upaya penyelamatan jiwanya," ujar Nurwahyuda.

Ia menjelaskan beberapa negara tempat mahasiswa Riau saat ini yang kondisinya urgent berada di Perancis, Azerbaijan, Pakistan dan beberapa negara Eropa lainnya, selain persoalan covid-19, mahasiswa ini memiliki persoalan terhadap Visa/Residence Permitnya walaupun ada perpanjangan otomatis selama 3 bulan.

"Kalau yang di Timur Tengah sebenarnya selama Ramadhan ini Alhamdulillah masih dapat bantuan, tapi bayangkan teman-teman kita yang di Eropa kesulitan," ujar Nurwahyuda.

Sementara itu Mahasiswa Riau yang saat ini berada di Polandia Ilham Afandi mengaku hingga sekarang belum ada gambaran mereka akan dipulangkan pemerintah ke Indonesia.

"Teman-teman Mesir, Yordan dan negara lain di timur tengah lumayan enak, karena ada bantuan zakat dan sembako. Kami mahasiswa Eropa dan Asia Timur benar-benar menderita," ujar Ilham.

Lanjut Ilham, berbeda situasinya, selain dikepung karena covid-19, biaya hidup mereka juga lebih mahal.

"Pakistan juga sedang parahnya virus. Kuliah sudah habis, mereka harus pulang sementara dananya gak ada," jelas Ilham yang juga menjabat sebagai ketua Yayasan Pengkaderan Riau.

Menurut Ilham Afandi, harusnya jika Pemerintah daerah ingin memulangkan mahasiswa luar negeri maka harus difokuskan pada mahasiswa yang kondisinya sulit.

"Azerbaijan, Pakistan, Perancis itu visanya sudah habis dan overlimit, jadi kami minta bantuan dari Pemprov Riau," jelas Ilham Afandi.

Berita Riau - Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved