Bengkalis

Ibu Kandung Satu Terdakwa Tak Terima, Tiga Kurir Jef Sparao Divonis Menjadi Hukuman Seumur Hidup

Tiga kurir Jef Sparao yakni Juliar, Dedi Purwanto dan Andi Saputra diputus oleh PN Bengkalis menjadi hukuman seumur hidup.

tribunpekanbaru/Muhammad Natsir
Terdakwa kasus narkoba 55 kg sabu saat menjalankan sidang perdana beberapa bulan lalu di PN Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sebelum Jef Sparao di vonis mati Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis hari ini, tiga kurirnya Juliar, Dedi Purwanto dan Andi Saputra sudah terlebih dahulu divonis hukuman yang sama. Saat mereka divonis mati oleh PN Bengkalis Jef Sparao masih melarikan diri.

Vonis terhadap tiga terdakwa ini dibacakan pada Kamis (17/1) tahun 2019 lalu. Saat itu Putusan dibacakan langsung Ketua Majelis hakim Sutarno dengan didampingi dua hakim anggota Wimmi D Simarmata dan Aulia Fathma Widhola.

Dalam putusannya majelis hakim menolak secara menyeluruh Peledoi atau nota pembelaan terhadap terdakwa. Menurut hakim terdakwa terbukti secara sah sesuai dengan tuntutan JPU sebagai perantara narkoba golongan satu melebih lima gram.

Sesuai dakwaan pertama pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) undang undang 35 tahun 2009 terpenuhi. Pembacaan putusan tersebut dilakukan secara terpisah, saat itu Juliar mendapat kesempatan pertama mendengar putusan mati yang dibacakan oleh majelis hakim.

Pemilik Sabu 55 Kilogram yang Sempat Buron, Jef Sparao Akhirnya Divonis Mati Oleh PN Bengkalis

Usai mendengar putusan hakim tersebut Juliar langsung dibawa keruangan tahanan Pengadilan Negeri Bengkalis. Pihak keluarga Juliar terlihat terdiam dan langsung termenung di ruang tahanan.

Setelah Juliar dihari yang sama secara bergiliran dua rekannya yang di dakwa perkara 55 kilogram sabu dan puluhan ribu pil ekstasi yakni Dedi Purwanto, dan Andi Saputra juga di vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis dengan hukuman mati, Kamis (17/1) tahun lalu menjelang siang.

Setelah pembacaan putusan Juliar, majelis hakim yang sama membacakan putusan Dedi Purwanto kemudian baru putusan Andi Saputra.

Dalam putusannya Hakim menolak semua keberatan terdakwa dan tim penasehat hukum (PH) terdakwa yang dibacakan beberapa pekan lalu.

Kedua terdakwa dinilai terbukti secara sah melakukan pemufakatan jahat dalam perkara 55 kg dan 46.716 pil ekstasi.

Jef Sparao saat mendengarkan putusan pengadilan, Selasa (19/5) sore.
Jef Sparao saat mendengarkan putusan pengadilan, Selasa (19/5) sore. (Tribunpekanbaru.com/MuhammadNatsir)

Sesuai dengan dakwaan pertama pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) undang-undang 35 tahun 2009 perbuatan kedua terdakwa terpenuhi. Menurut Sutarno dalam putusannya tidak ada hal yang meringankan terdakwa.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved