Pelalawan

Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Hakim PN Pelalawan Denda PT SSS Rp 42 M dalam Perkara Karhutla

Majelis hakim PN Pelalawan Riau vonis PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS) dalam perkara Kebakaran Hutan mencapai Rp 42 M lebih

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Sidang dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim terhadap terdakwa PT SSS dalam kasus Kebakaran Hutandl dan Lahan (Karhutla) di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (19/5/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan Riau akhirnya menjatuhkan vonis kepada PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS) dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada sidang, Selasa (19/5/2020).

Sidang pembacan putusan digelar di ruang sidang Cakra setelah dua pekan tertunda. Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Bambang Setyawan SH MH sebagai hakim ketua yang juga Ketua PN Pelalawan, didampingi Djoko Suciptanto SH MH dan Nurrahmi SH MH sebagai hakim anggota.

Terdakwa korporasi PT SSS diwakili Direktur Utama (Dirut) Eben Ezer Lingga didampingi pengacaranya H Makfuzat Zein SH MH.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan diwakili Rahmat Hidayat SH.

Dalam sidang putusan majelis hakim membacakan berkas 300 halaman lebih secara bergantian selama satu jam lebih.

Terdakwa Tak Hadir Karena Sakit, Sidang Putusan Kasus Karhutla PT SSS di Pelalawan Kembali Ditunda

Kejari Pelalawan Riau Nyatakan Banding Atas Putusan Manager Estate PT SSS dalam Perkara Karhutla

Para pihak lainnya duduk di bangku masing-masing dan mendengarkan secara seksama pertimbangan hakim serta hal-hal yang memberatkan maupun meringankan.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tidak pidana karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup," ungkap Hakim Bambang.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 99 ayat (1) jo Pasal 116 ayat (1) huruf (b) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sesuai dakwaan alternatif kedua.

Kemudian PT SSS juga dinyatakan bersalah melakukan Tindak Pidana tidak menerapkan analisis mengenai dampak lingkungan hidup atau upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup, analisis risiko lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup.

Seperti yang dimaksud dalam Pasal 109 jo Pasal 68 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan sesuai dakwaan kelima Penuntut Umum.

Pengacara Masih Pikir-pikir Atas Vonis Hakim, Sidang Perkara Karhutla PT SSS di Pelalawan Riau

Denda Rp 2 Miliar dan Penjara 2 Tahun 2 Bulan Vonis untuk Estate Manager PT SSS di Pelalawan Riau

Dituntut Pidana Denda Rp 60 M, PT SSS Sampaikan Pledoi dalam Sidang Perkara Karhutla di Pelalawan

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved