Breaking News:

PSBB di Riau

Santri Magetan di Dumai Langsung Tes Swab PCR, Hasilnya?

Penyebaran Covid-19 di kota Dumai, ‎mulai menimbulkan klaster baru yakni munculnya klaster Magetan.

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ilham Yafiz
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Kasus positif hasil tes PCR di Dumai berasal dari Klaster Magetan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Penyebaran Covid-19 di kota Dumai, ‎mulai menimbulkan klaster baru yakni munculnya klaster Magetan.

Dari kluster Magetan iini, seorang di antaranya berdasarkan hasil swab PCR menunjukan hasil positif, pada Senin (18/5/2020).

Seorang pasien positif Covid-19 yang merupakan klaster‎ magetan adalah AA yang juga merupakan pasien 17, yang ada di kota Dumai.

Ketua gugus tugas Covid-19 kota Dumai, Zulkifli As, melalui Juru Bicara, dr. Syaiful mengungkapkan, pasien positif covid-19 yang baru atau nomor 17 merupakan klaster Magetan.

"AA (15) merupakan klaster magetan yang merupakan seorang santri yang pulang dari‎ Magetan, dan saat itu hasil rapid tesnya positif, dan hasil dari Swab nya positif covid-19," katanya, Selasa (19/5/2020).

Ia menambahakan, hingga saat ini tim gugus tugas covid-19 kota Dumai, telah melakukan Swab PCR terhadap 10 orang santri, dengan hasil 1 yang dinyatakan Positif, dan 9 orang masih menunggu.

Syaiful mengaku, untuk santri dari Magetan yang terdata di Kota Dumai, ada sekitar 20 orang, dan yang sudah di Swab baru 10, dan hari ini Selasa, akan dilakukan swab kembali untuk 10 orang yang lain.

"Kita minta kesadaran dari masyarakat dan para santri untuk melapor ke Puskesmas terdekat atau Gugus tugas, agar bisa dilakukan swab untuk kepentingan bersama, agar bisa memutus mata rantai covid-19 di Kota Dumai," imbuhnya.

Dirinya menerangkan, tidak hanya melakukan swab kepada para santri asal magetan, pihaknya juga telah melakukan rapid tes terhadap keluarga para santri.

Dari hasil rapid tes yang dilakukan, tambah Syaiful, ada empat orang yang reaktif rapid tes, dan ke empat orang tersebut sudah dilakukan isolasi di RSUD Dumai.

Syaiful berharap kepada masyarakat sekitar, untuk bisa melaporkan kepada gugus tugas jika ada di lingkungannya orang yang baru pulang atau ada yang dari zona merah agar memberikan saran ‎isolasi mandiri.

"Kalau ada masyarakat yang mengetahui santri asal Magetan bisa segera melapor ke pada kami, agar di lakukan swab, mari bersama-sama, karena untuk memutus mata rantai covid-19 harus bekerjasama dengan semua elemen," terangnya.

Sementara, Walikota Dumai, Zulkifli As meminta kepeka atau keaktifan masyarakat dalam melaporkan kepada gugus tugas terkait orang yang baru datang dari luar daerah.

"Apalagi saat ini sudah ada klaster baru di Dumai, yakni klaster Magetan, mari kita bersama untuk aktif dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Donny kusuma putra )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved