Breaking News:

Video Berita

Video: Tak Terima Berlakukan PSBB karena Dinilai Terlambat, Warga Dumai Gelar Aksi Turun ke Jalan

Pembatasan Sosial bersekala Besar (PSBB), di Kota Dumai, diwarnai berbagai aksi penolakan, Mulai dari Mahasiswa, Masyarakat, hingga para Pedagang

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- Hari Pertama pelaksanan ‎penerapan pembatasan Sosial bersekala Besar ( PSBB), di Kota Dumai, diwarnai berbagai aksi penolakan, Mulai dari Mahasiswa, Masyarakat, hingga para Pedagang kaki lima di Pasar Senggol Jalan Sudirman, Kota Dumai.

Penerapan PSBB di kota Dumai, mulai resmi diberlakukan ‎pada 18 Mei 2020, hingga 14 Hari Ke depan, dengan tujuan untuk memutus mata Rantai penyebaran covid-19 di Kota Dumai.

Namun Penerapan PSBB di Kota Dumai, mulai diwarnai dengan aksi penolakan, karena dinilai telah lambat diterapkan, ketika banyak para pasien yang telah sembuh, serta beberapa hari menjelang Lebaran.

Bahkan, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat (KEMMAK) melakukan aksi demo di depan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai, Senin (18/5/2020) sore.

Sebelum melakukan aksi di depan kantor Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota, KEMMAK terlebih dahulu melakukan konvoi berkeliling di Kota Dumai.

Berdasarkan pantauan Tribunpekanbaru.com, aksi mereka di depan Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat rapat terbatas tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai.

Pada kesempatan itu terlihat Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudistira berada di lokasi.

Kapolres yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai meminta massa untuk membubarkan diri, dan akan kembali menerima mereka audensi bersama dikantornya.

Namun mahasiswa tetap enggan bubar, akhirnya mereka ditemui oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota dr Syaiful.

Aksi puluhan massa dari KEMMAK itu menolak perberlakuan PSBB di Kota Dumai.

"Kami menilai PSBB ini terlambat, karena penyebaran Covid-19 di Kota Dumai sudah menurun," ujar Koordinator KEMMAK Andri Kodri.

Bahkan dengan lantang, Andri Kodri, meminta Wali Kota Dumai Zulkifli mencabut Perwako terkait PSBB di Kota Dumai, karena menilai terkesan lambat diterapkan.

"Selain itu kami meminta juga agar terkait aturan beribadah di rumah tolong di cabut, kami meminta agar masyarakat muslim di Kota Dumai untuk di bebaskan beribadah terutama nanti saat salat Idul Fitri," tuturnya

Menanggapi Aksi tersebut, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai, dr Syaiful menjelaskan pemberlakuan PSBB di Kota Dumai mengingat masih terjadinya penyebaran Covid-19 di Kota Dumai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved