OLAHRAGA LOKAL

Anggaran PPLP/PPLM Riau Aman Tak Digeser Untuk Penanganan Corona

Hampir semua OPD di lingkungan Pemprov Riau, anggarannya tahun 2020 ini digeser, untuk penanganan Corona covid-19.

Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARUHampir semua OPD di lingkungan Pemprov Riau, anggarannya tahun 2020 ini digeser, untuk penanganan Corona covid-19.

Namun tidak halnya untuk anggaran pembinaan atlet PPLP dan PPLM Dispora Riau.

Sekadar diketahui, anggaran pembinaan atlet PPLP dan PPLM Dispora Riau, tahun 2020 sebesar Rp 8 miliar.

Sebenarnya, nilai Rp8 miliar ini tidak berdasarkan usulan Dispora Riau ke TAPD, namun diplot secara global ke dalam anggaran Dispora Riau yang mendapat jatah Rp 32 miliar.

Untuk distribusi dari nilai Rp 8 miliar tersebut, untuk PPLP sekitar Rp 6 miliar, sedangkan anggaran PPLM Rp 2 miliar.

Anggaran ini digunakan selama tahun 2020 ini, untuk 300-an atlet PPLP dan PPLM.

"Kita bersyukur, tidak ada pergeseran anggaran PPLP dan PPLM untuk Corona," tegas Plt Kepala Dispora Riau Chairul Rizki, Rabu (20/5/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Tidak adanya pergeseran anggaran Dispora Riau, terutama PPLP dan PPLM, patut didukung.

Sebab, nilai Rp 8 miliar untuk PPLP dan PPLM tahun ini, sebenarnya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Beberapa tahun sebelumnya, anggaran untuk PPLP dan PPLM pernah diberi jatah dari angka Rp 10 miliar, hingga 20 miliar.

Jumlah ini sengaja diberikan, karena pemerintah menganggap bahwa pembinaan atlet berprestasi itu sangat penting.

Tentunya hal itu didukung dari ketersediaan peralatan dan try out (Kejurnas) semua cabor.

Apalagi atlet PPLP dan PPLM ini, merupakan cikal bakal atlet yang memperkuat Tim Riau pada ajang PON, seperti halnya PON XX di Papua nanti.

"Insya Allah, ini akan menjadi bahan pertimbangan kita ke depannya," sebut Rizki.

Untuk diketahui saja, para pelatih dan atlet sangat mengharapkan tahun 2020 ini, kesejahteraannya bisa ditingkatkan. Apalagi selama tahun 2019 lalu, atlet dan pelatih sempat puasa (tak digaji).

Dengan ditetapkannya anggaran Rp 8 miliar ini, maka harapan pelatih untuk naik gaji dan pembelian peralatan baru, gagal. Sebab anggaran ini murni untuk makan minum atlet dan pelatih, plus gaji bulanan pelatih.(tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved