Liga 2 2020

BOLA LOKAL: Jika Pemain Terlibat Narkoba, Manajer Tiga Naga: Saya Sendiri Yang Melaporkan ke Polisi

Kasus narkoba yang menimpa 3 pelaku sepakbola di Indonesia kemarin, menjadi tamparan serius bagi semua klub.

Dokumentasi / istimewa
Ilustrasi Narkotika jenis sabu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus narkoba yang menimpa 3 pelaku sepakbola di Indonesia kemarin, menjadi tamparan serius bagi semua klub.

Di saat Pandemi covid-19 menimpa, plus tidak adanya pemasukan bagi pemain dan pelaku sepakbola, membuat mereka banting stir ke jalan yang salah.

Terkait hal ini, klub promosi Liga 2, Tiga Naga Riau, meresponnya.

Three Dragon-julukan Tiga Naga, sudah mewanti-wanti para pemain dan jajaran pelatih serta manajemennya.

Manajer Tiga Naga Hidayat, Rabu (20/5/2020) menegaskan, sejak awal pihaknya sudah membuat komitmen kepada seluruh jajaran, agar tidak terlibat dan menjadi pemakai, kurir atau bandar narkoba.

"Semua sudah sepakat untuk tidak mendekatinya. Jika di tengah perjalanan ketahuan, maka saya sendiri yang melaporkannya ke polisi," tegas Hidayat menjawab Tribunpekanbaru.com.

Di manajemen Tiga Naga sendiri, sangat keras larangan terkait narkoba ini. Jangankan terlibat, mendekati saja, merupakan kesalahan yang fatal.

"Gambarannya, untuk merokok saja, sangat kita larang keras. Apalagi terlibat narkoba. Kita tidak ada kompromi untuk narkoba ini. Bahkan kita selalu melakukan tes kepada semua jajaran untuk mengantisipasi barang haram ini," tegasnya lagi.

Meski demikian, manajemen Tiga Naga menghimbau kepada pemain dan jajarannya, untuk tidak mendekati barang haram narkoba tersebut.

Seperti diketahui, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah Sidoarjo, Minggu (17/5/2020) siang. Tiga dari empat pelaku berkaitan dengan sepakbola.

Mereka adalah M Choirun Nasirin (kiper PS Hizbul Wathan), Eko Susan Indarto (eks Persela Lamongan), dan Dedi A Manik (wasit Liga 2). Satu tersangka lagi Novin Ardian merupakan sopir Dedi A Manik). Keempatnya terlibat dalam home industri sabu.

Dedi A Manik adalah produsen dan pengedar sabu. Sementara Choirun dan Eko Susan adalah pembeli dan mengaku sudah melakukan transaksi sebanyak dua kali.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved