Pasien Covid 19

910 PDP di Riau Dinyatakan Sembuh, Masyarakat Diminta Tidak Menjauhi

Sebanyak 910 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari total 1.176 PDP di Riau hasil swabnya dinyatakan negatif.

Luis ROBAYO / AFP
Seorang petugas kesehatan menangani sampel darah untuk melakukan tes cepat COVID-19 di Cali, Kolombia, Rabu (13/5/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 910 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari total 1.176 PDP di Riau hasil swabnya dinyatakan negatif.

Seluruh PDP yang hasil rapid testnya negatif tersebut sudah pulang dan kembali berkumpul bersama keluarganya masing-masing.

"Total PDP di Riau hingga hari ini, Rabu (20/5/20) berjumlah 1.176 pasien. Dengan rincian, 136 masih dalam perawatan, 910 sehat dan 130 meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Kamis (21/5/2020).

Sejak Selasa (19/5/2020) terjadi penambahan 28 kasus PDP di Riau.

Dengan rincian, Pekanbaru 8 kasus, Dumai dan Indragiri Hilir (Inhil) masing-masing 4 kasus, Pelalawan dan Bengkalis masing-masing 3 kasus.

Rokan Hilir (Rohil) dan Indragiri Hulu (Inhu) masing-masing 2 kasus, sedangkan Kampar dan Rokan Hulu (Rohul) masing-masing 1 kasus.

"Dari kasus penambahan tersebut masih didominasi oleh usia 18 hingga 40 tahun yakni sebanyak 17 orang, sedangkan usia 40 hingga 60 tahun sebanyak 7 orang, usia diatas 60 tahun sebanyak 2 orang dan usia 5 hingga 18 sebanyak 2 orang," katanya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Riau, dr Indra Yopi mengingatkan, agar masyarakat diminta untuk tidak takut atau menjauhi pasien positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sudah dinyatakan sembuh dan negatif virus Corona (Covid-19).

Permintaan demikian diutarakan Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi karena masih ada sebagian masyarakat yang menjauhi pasien sembuh Covid-19.

"Kami mendapat laporan pasien positif yang dinyatakan sembuh, bahkan pasien-pasien PDP yang negatif, mereka masih dijauhi oleh sebagian masyarakat. Menurut saya ini sangat tidak baik," kata Indra Yopi.

Sebab menurutnya, pasien positif yang dinyatakan sembuh lebih kuat daripada masyarakat yang belum terkena virus sama sekali.

"Sebenarnya kita lah yang lebih beresiko (terpapar virus). Karena pasien yang dinyatakan sembuh mereka memiliki kekebalan, sehingga kemungkinan besar tidak akan tertular lagi dengan virus Corona," ujarnya. (Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved