Liga 2 2020

BOLA LOKAL: PSPS Jadikan Kasus Pesepakbola Profesional Terlibat Narkoba Sebagai Pelajaran Berharga

Semua klub sepakbola profesional, kini dipastikan melakukan evaluasi terhadap pemainnya.

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
BOLA LOKAL - PSPS Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Semua klub sepakbola profesional, kini dipastikan melakukan evaluasi terhadap pemainnya.

Apalagi pemain klub Liga 1 dan Liga 2, hingga kini masih terikat kontrak dengan manajemen klub.

Ini seiring penangkapan 3 dari 4 pemain sepakbola profesional, Minggu (17/5/2020) siang, di pelataran parkir sebuah hotel di Sidoarjo, Jawa Timur.

Mereka adalah M Choirun Nasirin (kiper PS Hizbul Wathan), Eko Susan Indarto (eks Persela Lamongan), dan Dedi A Manik (wasit Liga 2). Satu tersangka lagi Novin Ardian merupakan sopir Dedi A Manik). Keempatnya terlibat dalam home industri sabu.

Banyak kalangan sepakbola prihatin terjadinya kasus ini. Termasuk halnya manajemen PSPS Riau. Manajemen Askar Bertuah mengaku menyayangkan kasus ini sampai terjadi.

"Kita prihatin dengan tertangkapnya atlet yang juga pemain profesional sepakbola di Jatim. Ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pemain profesional," tegas Media Officer PSPS Riau M Teza Taufik, Kamis (21/5/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Menurutnya, kasus ini tidak perlu terjadi. Sebab, para pemain sepakbola profesional ini, sudah menjadi panutan para suporternya. Apalagi mereka juga berstatus sebagai atlet profesional, yang notabenenya, sangat menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga.

Tentunya, kejadian ini diharapkan tidak menjadi preseden buruk ke depannya. Sebab, apa yang mereka lakukan atas kesalahan personal, yang tidak perlu dihubung-hubungkan dengan klub atau manajemennya.

"Perilaku seperti ini tak perlu dicontoh. Tidak hanya kepada pemain kita (PSPS), tapi juga untuk keseluruhan olahragawan nasional di cabang olahraga apapun. Apalagi sudah berstatus atlet profesional," sebutnya.

"Mereka ini tiap tahun diikat oleh sebuah kontrak profesional, di mana salah satunya yang patut dijaga perihal menjaga sikap dan nama baik klub dan diri sendiri," tambah Teza.

Selain itu, tambah Teza, mereka seharusnya tidak perlu melakukan kegiatan atau hal-hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan status mereka sebagai olahragawan, yang identik dengan panutan dalam kesehatan, pola hidup dan lain lain.

"Semoga menjadi sebuah pembelajaran untuk siapapun, juga di kemudian hari. Terutama untuk pemain PSPS. Karena aksi kriminalitas dan narkoba, sangat berseberangan dengan semangat olahraga manapun," tegasnya

Seperti diketahui, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah Sidoarjo, Minggu (17/5/2020) siang. Tiga dari empat pelaku berkaitan dengan sepakbola. Dari tangan mereka, disita narkoba jenis sabu-sabu seberat 5,3 Kg.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin mirohi )

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved