Mutiara Ramadhan

Menyemai Benih Anak Sholeh di Bulan Ramadhan, Lakukan Ini Saat Berhubungan Intim hingga Orgasme

Harus berwuduk terlebih dahulu dan membaca jima’: “Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithaana maarazaqtanaa” kemudian

Tribun Pekanbaru/Instagram/@gallery.momoty
Menyemai Benih Anak Sholeh di Bulan Ramadhan, Lakukan Ini Saat Berhubungan Intim hingga Orgasme. Foto: Ilustrasi ibu hamil. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mutiara Ramadhan kali ini akan membahas tentang menyemai anak sholeh dan sholehah pada bulan Ramadhan yang dimulai dengan cara berhubungan intim suami istri menurut Islam.

Islam sebagai agama yang sempurna sudah mengajarkan kepada umat manusia cara-cara yang penuh kasih sayang dan tanpa melupakan Allah SWT dalam berhubungan intim suami istri agar melahirkan anak yang sholeh dan sholehah.

Mutiara Ramadhan kali ini akan disampaikan Ustadz Dr Nurhadi yang berjudul "Menyemai Benih Anak Sholeh di Bulan Ramadhan".

Bulan ramadhan merupakan bulan penuh berkah, keberkahan meliputi alam semesta, dimulai dari diri sendiri, keluarga, anak istri, jiran tetangga, karib kerabat, fakir miskin, kaum dhuafa, anak yatim, para peminta-minta dan seluruh lapisan umat dari bawah sampai ke atas tanpa terkecuali, tentu sesuai dengan perannya masingh-masing, tidak ada yang terluput dari keberkahan blan suci ramadhan.

Kewajiban ramadhan dituangkan Allah dalam surah al-Baqarah ayat 183 dan hadis Rasul saw riwayat bukhari muslim tentang rukun Islam.

Pada siang hari umat Islam berpuasa dengan menahan hal-hal yang membatalkan puasa, diantaranya bersenang-senang dengan antara pusat dan lutut yaitu antara dua paha (senggama / setubuh / jima’).

Namun syariat Islam adalah agama fitrah bagi manusia, kendati di siang hari itu tidak dibenarkan dilarang bahkan haram hukumnya.

Dalam kajian fiqih, jika melanggar larangan tersebut, maka terkena biat atau kifarat yang sangat amat berat bagi manusia, hal ini dijelaskan dalam hadis Nabi saw: “dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai, Rasulullah, celaka !” Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?” dia berkata, ”aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa.” (dalam riwayat lain berbunyi: aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan).

Foto: Ilustrasi ibu hamil
Foto: Ilustrasi ibu hamil (Tribun Pekanbaru/Instagram.com/@ibuhamil_cantik)

Maka Rasulullah saw berkata, ”Apakah kamu mempunyai budak untuk dimerdekakan?” dia menjawab, ”tidak!” lalu Beliau Rasul saw berkata lagi, ”Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?” dia menjawab, ”tidak.” Lalu Beliau bertanya lagi : “Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” dia menjawab, ”tidak.” Lalu Rasulullah saw diam sebentar.

Dalam keadaan seperti ini, Nabi saw diberi satu ‘irq berisi kurma Al irq adalah alat takaran (maka), Beliau Nabi saw berkata: “Mana orang yang bertanya tadi?” dia menjawab, ”Saya orangnya. ”Beliau Rasul saw berkata lagi: “Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya!” Kemudian orang tersebut berkata: “Apakah kepada orang yang lebih fakir dariku, wahai Rasulullah? demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku”.

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved