Berita Riau

Biasa Bawa 80 Penumpang,Kini Cuma 30 Orang,Speedboat di Inhil Riau Kesulitan Tutup Biaya Operasional

Penurunan penumpang terjadi signifikan dari tahun sebelumnya di tiga pelabuhan yang masih beroperasi di Tembilahan, Inhil Riau

TRIBUNPEKANBARU/TM FADHLI
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Kuala Enok, Pasar Terapung, Tembilahan, Inhil, Kamis (21/5/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Pandemi Covid-19 juga sangat berimbas terhadap aktivitas speedboad di sejumlah pelabuhan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Imbauan pemerintah untuk tidak mudik pada tahun ini guna memutus mata rantai penyebaran covid 19 sangat berimbas pada jumlah penumpang speedboad.

Pada Kamis (21/5/2020), terpantau terjadi penurunan penumpang yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya di tiga pelabuhan yang masih beroperasi di Tembilahan.

Menurut seorang agen speedboad di Pelabuhan Kuala Enok, Pasar Terapung, Tembilahan, terjadi penurunan penumpang hingga 80 persen pada musim mudik tahun ini akibat pandemi Virus Corona.

Pakai Topeng Mohamed Salah, Empat Pria Rampok Toko di Mesir, Aksi Berhasil Digagalkan Polisi

Maling Niat Banget, Sewa Eskavator untuk Curi Kabel Telkom, Polisi Sampai Geleng-geleng Kepala

Mau Ngajak Makan Malah Temukan Teman Terbujur Kaku, Buruh Pabrik Tewas di Kamar Kos, Sempat Demam

"Bisanya pada H-3 lebaran ini sudah penuh dan ramai penumpang. Tapi sekarang jauh berkurang," ungkap Julak, agen speedboad PT Bina Bahari Tembilahan, Kamis (21/5/2020).

Menurut Julak, agennya melayani rute ke sejumlah kecamatan di Inhil antara lain, Sungai Guntung, Pulau Kijang, Kuala Enok, Sungai Buluh dan Pulau Burung.

Pada musim mudik tahun-tahun sebelumnya, biasanya bisa membawa hingga 80 penumpang setiap jalan, namun saat ini hanya membawa sekitar 30 penumpang.

"Alhamdulillah, masih ada yang ngirim barang, jadi itu lagi yang menyelamatkan kami ini untuk memenuhi kebutuhan operasional speedboad," tutur Julak.

Untuk operasional pulang pergi, menurut Julak, speedboad memerlukan biaya minimal sekitar Rp 3 juta untuk pulang pergi di sejumlah rute tersebut.

Namun pada saat ini sangat sulit untuk memenuhi operasional dengan kondisi yang ada.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved