Dumai

BPOM Dumai Umumkan Hasil Uji Seluruh Sampel Takjil Buka Puasa di Dumai, Aman dari Bahan Berbahaya

Per periode 27 April-22 Mei, BPOM Dumai mengambil 85 sampel takjil berbuka puasa di swalayan,grosir, ritel pangan,semua sampel dinyatakan negatif.

istimewa
Pengawasan produk pangan di swalayan di Dumai 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- Selama empat minggu terakhir mulai dari 27 April hingga 22 Mei 2020, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Dumai gencar melakukan intensifikasi pengawasan pangan ramadhan di bulan suci 1441 H/2020 M.

Emi Amalia, Kepala Loka POM Kota Dumai‎, mengungkapkan, intensifikasi yang pihaknya lakukan selama 4 minggu ini dilakukan dengan melakukan pengawasan terhadap sarana distribusi pangan seperti swalayan, grosir, ritel pangan, serta pengawasan takjil untuk berbuka puasa.

Ia menambahkan, ada sekitar 85 sampel takjil yang pihaknya periksa dari 8 titik di Kota Dumai seperti mie kuning basah, es cendol, kerupuk merah, bakso, dan lainya.

"Takjil tersebut kami uji menggunakan test kit untuk mengecek apakah takjil tersebut mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanil yellow," katanya, Jumat (22/5/2020).

pengecekan Takjil di Dumai
pengecekan Takjil di Dumai (istimewa)

Diakuinya, dari 85 sampe takjil yang pihaknya sampling dan uji, semua sampel dinyatakan negatif bahan berbahaya dan aman untuk dikonsumsi.

Dengan takjil yang aman dikonsumsi, Emi mengaku bahwa hal itu menujukkanpara pedagang takjil di Kota Dumai telah memahami tentang keamanan pangan sehingga tidak menggunakan bahan berbahaya dalam proses pembuatan makanannya, suatu pencapaian yang baik dari pembinaan selama ini.

Lebihlanjutdijelaskanya, berbeda dengan pengawasan takjil, sarana distribusi pangan di Dumai ternyata masih ditemukan produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Hingga 19 Mei 2020 Sebanyak 280 Kendaraan Diharuskan Putar Balik Saat Hendak Masuk Ke Dumai

Terkait Pelaksanaan Shalat Idul Fitri, Ketua MUI Dumai :Boleh di Lapangan atau Masjid, Syaratnya Ini

Diterangkanya, dalam pengawasannya, BPOM Dumai masih menemukan produk pangan dengan kemasan rusak, pangan kedaluwarsa, dan pangan tanpa izin edar.

"Kepada pemilik dan pengelola sarana, kami lakukan pembinaan untuk tidak menjual produk pangan yang tidak memenuhi syarat. BPOM Dumai juga mengajak masyarakat untuk selalu CEK KLIK sebelum berbelanja. Cek Kemasan, pastikan pangan yang dibeli masih dalam keadaan baik. Cek Label, pastikan informasi yang tertera pada label lengkap. Cek Izin Edar, pastikan pangan memiliki izin edar BPOM atau PIRT. Dan yang terakhir Cek Kedaluwarsa, pastikan pangan yang dikomsumsi tidak melewati tanggal kedaluwarsanya," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/DonnyKusuma)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved