Polda Riau Amankan Truk Pembawa 30 Kubik Kayu Hasil Ilog di Hutan Suaka Margasatwa M Rimbang Baling

Jumlah kayu olahan ilegal yang diamankan Ditreskrimsus Polda Riau dari truk tronton Nopol BH 8951 KU berjumlah 30 kubik atau 1.477 keping.

Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi (menunjuk) saat memperlihatkan barang bukti kayu illegal logging (Ilog), Jumat (22/5/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, mengamankan satu unit truk pembawa kayu olahan hasil illegal logging (Ilog) dari hutan di Suaka Margasatwa (SM) Rimbang Baling.

Truk tersebut dicegat oleh aparat di Jalan Kubang Raya, perbatasan Kampar - Pekanbaru. Setelah sebelumnya tim melakukan pembuntutan sejak truk itu keluar dari daerah Muara Lembu, Kabupaten Kuansing.

Disebutkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, jumlah kayu olahan yang diangkut oleh truk tronton warna oranye dengan plat polisi BH 8951 KU ini berjumlah 30 kubik, atau 1.477 keping.

Kombes Andri menuturkan, pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat, tentang adanya kegiatan pengangkutan kayu hasil hutan yang diperoleh dari hasil pembalakan liar.

Warga Dipersilahkan Sholat Hari Raya Idul Fitri di Masjid, Bupati Inhu Yopi Arianto Beri Syarat

VIDEO: Viral Pria Pakai APD Covid-19 Lengkap Teriak-teriak Dijalanan Ucap Indonesia Terserah

"Informasi yang kita dapatkan, truk pengangkut kayu keluar dari daerah Muara Lembu, Kabupaten Kuansing. Ini yang dimainkan para pembalak liar. Mereka memutar lokasi keluar, tapi kita tidak patah semangat, tetap kita bisa temukan," jelas Andri saat ekspos kasus, Jumat (22/5/2020).

Lanjut Andri, dua orang yang masing-masing adalah sopir truk, S (45) dan ES (21) kernet truk, ikut diamankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya asal Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Untuk pemodal masih kita dalami, kita upayakan juga untuk bisa ditangkap," ucap Andri.

Adapun modus operandinya, dengan menggunakan dokumen terbang, yaitu berupa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) atas nama CV. Wana Jaya, yang beralamat di Desa Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

"Harusnya kalau (kayu) dari kawasan Rimbang Baling, disebutkan dari situ. Tapi ini tidak, dari Provinsi Jambi. Ini juga akan kita dalami. Tidak tertutup kemungkinan ada oknum bermain di sini," bebernya.

"Kayu ini rencananya mau dibawa ke Medan, Sumatera Utara," sambung dia.

NASIB Motor Listrik Milik Jokowi yang Sempat Gagal Lelang di Luar Dugaan, Dibeli Pemuda 19 Tahun

Warga Diizinkan Sholat Idul Fitri di Masjid, Mushola atau di Lapangan, Namun Dilarang Lakukan Ini

Dua tersangka kata Andri, dijerat dengan pasal Tindak Pidana Berupa Mengangkut, Menguasai dan Memiliki Hasil Hutan Kayu Yang Tidak Dilengkapi Dengan SKSHH.

Ancaman paling singkat 1 tahun penjara dan paling lama 5 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar.

Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 Huruf e jo Pasal 83 Ayat (1) Huruf.b UU RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Andri menegaskan, penindakan akan terus dilakukan. Hal ini merupakan wujud keseriusan Polda Riau dalam menjaga kawasan hutan dari segala hal yang sifatnya merusak hutan, termasuk ekosistem yg ada.

"Kita konsistem dalam penindakan tersebut," paparnya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved