Ajaran Islam

Cara Mendapatkan Anak Sholeh dalam Islam, Baca Doa dari Pemanasan hingga Mancapai Puncak Kenikmatan

Suami istri sebelum berhubungan intim harus berwuduk terlebih dahulu dan membaca doa jima’

net/tribun
Cara Mendapatkan Anak Sholeh dalam Islam, Minum Madu dan Baca Doa dari Pemanasan hingga Capai Puncak. Foto: Suami istri. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Islam sebagai agama yang sempurna sudah mengajarkan kepada umat manusia cara-cara yang penuh kasih sayang dan tanpa melupakan Allah SWT dalam berhubungan intim suami istri agar melahirkan anak yang sholeh dan sholehah.

Ada tata cara yang penuh kelembutan dalam memperlakukan seorang istri saat akan berhubungan intim hingga mencapai puncak kenikmatan hingga menghasilkan keturunan yang baik.

Dimulai dengan apa yang dimakan oleh sang istri hingga doa-doa yang dibaca saat berhubungan intim.

Sebagaimana disampaikan Ustadz Dr Nurhadi yang berjudul "Menyemai Benih Anak Sholeh di Bulan Ramadhan".

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, keberkahan meliputi alam semesta, dimulai dari diri sendiri, keluarga, anak istri, jiran tetangga, karib kerabat, fakir miskin, kaum dhuafa, anak yatim, para peminta-minta dan seluruh lapisan umat dari bawah sampai ke atas tanpa terkecuali, tentu sesuai dengan perannya masingh-masing, tidak ada yang terluput dari keberkahan blan suci Ramadhan.

Kewajiban Ramadhan dituangkan Allah dalam surah al-Baqarah ayat 183 dan hadis Rasul saw riwayat bukhari muslim tentang rukun Islam.

Pada siang hari umat Islam berpuasa dengan menahan hal-hal yang membatalkan puasa, diantaranya bersenang-senang dengan antara pusat dan lutut yaitu antara dua paha (senggama / setubuh / jima’).

Namun syariat Islam adalah agama fitrah bagi manusia, kendati di siang hari itu tidak dibenarkan dilarang bahkan haram hukumnya.

Dalam kajian fiqih, jika melanggar larangan tersebut, maka terkena biat atau kifarat yang sangat amat berat bagi manusia, hal ini dijelaskan dalam hadis Nabi saw: “dari Abu Hurairah r.a, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai, Rasulullah, celaka !” Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?” dia berkata, ”aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa.” (dalam riwayat lain berbunyi: aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan).

Foto: Ilustrasi ibu hamil
Foto: Ilustrasi ibu hamil (Tribun Pekanbaru/Instagram.com/@ibuhamil_cantik)

Islam mengajarkan dibenarkannya berhubungan intim dilakukan di malam hari sesuai kehendak kita, bahkan berbuka dengan itupun (senggama) dibenarkan (boleh dan halal) kalau sudah waktunya berbuka (magrib terbenam matahari).

Halaman
1234
Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved