Ajaran Islam

Cara Mendapatkan Anak Sholeh dalam Islam, Baca Doa dari Pemanasan hingga Mancapai Puncak Kenikmatan

Suami istri sebelum berhubungan intim harus berwuduk terlebih dahulu dan membaca doa jima’

net/tribun
Cara Mendapatkan Anak Sholeh dalam Islam, Minum Madu dan Baca Doa dari Pemanasan hingga Capai Puncak. Foto: Suami istri. 

Tidak sedikit terjadi broken home dalam rumah tangga hanya disebabkan hubungan intim saja, maka keadaan itu bisa di minimalisir dengan melakukan hubungan itu di malam hari Ramadhan, saat siang hari meluap dan menggebu, lalu malam harinya disalurkan, itu akan membawa kenikmatan dan kebahagian serta ketenangan (sakinah) sendiri, dibandingkan di luar Ramadhan yang cenderung biasa-biasa saja.

Kemudian kenikmatan hubungan itu akan jauh lebih membahagiakan sebab air sperma yan kental hasil dari perahan siang hari puasa yang minim kadar air (cairan), terpancar dan muncrat dalam batang zakar itu akan jauh lebih nikmat dari biasanya.

Selanjutnya bagi laki-laki (suami) hubungan kedua suami istri akan jauh lebih nikmat pula sebab kekentalan air mani (sperma) yang mengalir di zakar (penis), lalu di masukkan ke dalam vagina istri yang sempit, sebab di press oleh puasa di siang hari, yang kecenderungan orang puasa itu minim kadar air di dalam tubuh (badan) akan menyusutlah (mengencang) lemak dan urat serta sayaraf otot dalam vagina, maka hubungan keduanya akan terasa seperti baru pertama kali (perawan) atau malam pertama pernikahan yang membahagiakan keduanya, akan terkenang masa baru-baru menikah, tentu itu akan menambaha kebahagiaan keduanya dalam menjalin rumah tangga.

Hikmah diperbolehkan hubungan seks di malam hari Ramadhan sebagai upaya menambah kebahagiaan pasangan suami istri adalah akan terciptanya dan terbenihnya bibit-bibit sperma yang penuh berkah berkat nutrisi dan sari pati makanan yang dikonsumsi pada saat berbuka puasa.

Hal ini bisa dibuktikan dengan bacaan do’a berbuka puasa yang mengandung isyarat hal tersebut: “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu, birrahmatika yaa arhamar raahimin”, yang maknanya “Ya Allah, untuk Mu aku berpuasa, dan kepada Mu aku beriman, dan dengan rezeki Mu aku berbuka, dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang”.

Begitu indahnya do’a tersebut, dengan rezeki dan rahmat seorang hamba berbuka puasa, lalu makannan tersebut menjadi mani (sperma) yang kemudian dimalam harinya akan disemai ke dalam rahim bertemu dengan ovum (indung telur), hal ini akan menjadi cikal bakal pertemuan antara sperma dan ovum yang sama-sama diberkahi dan dirahmati Allah dalam satu wadah rahim yang dirahmati juga, sebab arti rahim adalah rahmat.

Maka hasil perkawinan keduanya (sperma dan ovum) akan menjadi segumpal darah dan daging yang baik dan diberkahi, hal ini mengindikasi akan terwujudnya janin (bayi) yang diberkahi dan di rahmati pula, maka ini isyarat akan lahirnya anak yang shaleh dan shalehah (baik).

Maka bulan Ramadhan merupakan saat yang baik untuk pasangan yang belum punya anak agar memperbanyak hubungan seks antara suami istri di malam hari Ramadhan, terutama pada jam 11.00 wib malam hari sampai jam 03.00 wib sahur.

Hal ini juga tidak menutup kemungkinan pada pasangan suami istri yang sudah punya anak, ingin menambah anak, terutama ingin punya anak yang baik, menambah anak yang shaleh dan shalehah, sangat baik untuk di aplikasikan.

Syaratnya agar tersemai benih anak shaleh dibulan Ramadhan adalah:

Halaman
1234
Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved