Habib Bahar bin Smith Dipindah ke Nusakambangan, Ummi Fadlun: Seperti Penculikan Jenderal-jenderal

"Ini sudah sama seperti penculikan jenderal-jenderal yang ada di lm-lm, kalau menurut saya," ujar Ummi Fadlun, dalam video yang direkam

Tribun Pekanbaru/Tribunnews.com
Habib Bahar bin Smith Dipindahkan ke Nusakambangan, Ummi Fadlun: Seperti Penculikan Jenderal-jenderal. Foto: Habib Bahar bin Smith 

Ceramah itu berlangsung 16 Mei, sehari setelah dia bebas.

Lalu, dinilai melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB karena saat ini dalam kondisi darurat Covid-19 di Indonesia.

Dia mengumpulkan massa atau orang banyak saat ceramah.

Maka, asimilasi Bahar pun dicabut dan kembali dibawa ke lapas untuk menjalankan masa pemidanaan atas hukuman tiga tahun penjara, karena menganiaya anak-anak.

Bak Penggerebekan Teroris

Habib Bahar bin Smith kembali diamankan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, pada Selasa (19/5/2020) dini hari.

Sebelum dijemput pihak kepolisian, Bahar sempat mengisi pengajian usai shalat tarawih di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah santri saat ditemui Kompas.com beberapa jam paska ditangkapnya Bahar bin Smith oleh aparat gabungan.

Baru saja keluar dari penjara atas kasus penganiayaan yang menimpanya beberapa waktu lalu, Habib Bahar bin Smith kembali ditangkap pihak kepolisian.        

Namun, penangkapan Habib Bahar bin Smith masih misteri, karena belum jelas kasus apa yang dituduhkan kepadanya, dan kuasa hukumnya juga belum memberikan penjelasan.

Habib Bahar bin Smith ditangkap jelang ia makan sahur dan penangkapannya bak penggerebekan teroris karena turun ratusan personel Brimob bersenjata lengkap beserta sniper.

Dilansir dari Kompas.com, beberapa santri Habib Bahar bin Smith mengisahkan tentang proses penangkapan kembali guru mereka.

Mereka menggambarkan bahwa penangkapan yang terjadi pada Selasa (19/5/2020) tersebut mirip dengan penangkapan teroris.

Mereka juga berkisah tentang respons para santri yang sudah siap membela Bahar bin Smith meski harus mengorbankan nyawa.

Berikut ini kisahnya.

Bukan berarti mudah saat hendak masuk ke lokasi pondok yang dipimpin Bahar itu.

Pasalnya, sejumlah santri silih berganti berjaga di sekitar akses masuk ke lokasi pondok tepatnya sekitar 30 meter dari komplek pondok tersebut.

Sedikitnya ada lima santri yang selalu siap mengadang siapapun yang melintas dan mendekati pintu masuk.

Bahkan, salah satu santri dengan perawakan tegap penuh tattoo sedang berjaga bersama temannya di sebuah gubuk.

Bahar bin Smith kembali ditangkap
KOMPAS.COM/AFDHALUL IKSHAN
Bahar bin Smith kembali ditangkap

Sempat Menolak Diwawancara

Meski begitu, santri tersebut masih tampak sopan saat mengadang dan menanyakan maksud dari setiap orang yang tampak asing bagi mereka.

"Permisi bang, mohon maaf ini darimana dan mau kemana?," tanya seorang santri bernama Karim.

Saat Kompas.com berterus terang ingin mengkonfirmasi terkait kronologi penjemputan Bahar bin Smith, mereka sempat curiga dan melarang untuk mendekat.

Terlebih untuk mendokumentasikan suasana saja mereka tidak mau.

Mereka bahkan sempat menolak untuk diwawancarai oleh wartawan tentang kronologi penangkapan itu.
"Mohon maaf untuk saat ini saya berjaga di sini karena mendapat amanat dari kuasa hukum Habib agar melarang siapa pun, apalagi media memasuki area Pondok Pesantren," lanjut Karim dibarengi santri lainnya yang rata-rata berusia 25-40 tahun itu.
Awal mula Bahar bin Smith Dijemput Brimob

Namun tak berselang lama akhirnya mereka percaya dan mulai menceritakan awal mula guru mereka dijemput oleh Brimob.

"Sudah selesai (tarawih) malam itu jadi kita pengajian semuanya dari jam 9 dan setelah itu beliau istirahat sepulang ngaji," ujar dia.

Ia mengungkapkan detik-detik penangkapan pada malam hari yang kebetulan saat itu santri sedang istirahat menunggu sahur.

Setidaknya, kata dia, ada puluhan mobil berisi ratusan personil kepolisian lengkap dengan senjata layaknya hendak menyergap teroris.

Suasana yang begitu tenang tiba-tiba saja menjadi mencekam karena sejumlah personel lengkap membawa sniper.

"Ada 30 mobil, truk 5 selebihnya mobil pribadi brimob senjata lengkap beserta sniper. Saya saksi, saya palang pintu disini dan langsung dua orang masuk ke sini tapi Kanit doang. Jadi memang belum sahur beliau dan saat itu sedang istirahat yang memang baru beres pengajian rutin selesai tarawih mulai pukul 21.00 WIB, hingga pukul 01.00 WIB. Tiba-tiba polisi datang membawa habib. Saya juga nggak tahu apa masalahnya," beber dia.

Warga Sekitar Nyaris Terpancing

Menurutnya, para santri dan warga sekitar mengaku nyaris terpancing ketika ratusan aparat gabungan menjemput Bahar bin Smith pada malam buta itu.

"Ya tahu sendiri kita santri yang namanya bela guru dan agama itu sudah siap mati dah. Kita enggak takut sama petugas yang membawa senjata saat habib dijemput, tapi karena habib dan kuasa hukum meredam, jadi kita terima saja," jelasnya.

Pantauan Kompas.com siang itu, perkampungan di sekitar lokasi memang sangat sepi.
Apalagi lokasinya yang lumayan jauh dari perkotaan.

Lokasinya sekitar 3 kilometer dari Jalan Raya Bogor-Parung.

Sejauh ini, tak nampak petugas kepolisian maupun dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) Jawa Barat Kementerian Hukum dan HAM berjaga-jaga di lokasi.
3 Fakta Habib Bahar bin Smith, Humoris

Sosok Habib Bahar bin Smith tengah menjadi sorotan akibat ujaran kebencian yang dilayangkan kepada Presiden Jokowi.

Habib Bahar sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Mabes Polri, namun sudahkah kalian mengenal lebih jauh sosok satu ini?

Ternyata menurut penuturan kakaknya Habib Husein, Bahar merupakan pribadi yang humoris dan mempunyai teman lintas agama.

1. Latar Belakang Keluarga

Keluarga Habib Bahar bin Smith di Manado sudah hidup sejak lama dan berdampingan dengan masyarakat lintas agama.

Ibunya berdarah Arab Tondano yang berasal dari Minahasa Tenggara.

Habib Bahar lahir di Manado pada 23 Juli 1985, merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara.

Habib Bahar memiliki keturunan Minahasa yang turun dari ibunya, dan keluarganya berasal dari Hadhramaut, Yaman.

Di tahun 2009, Habib Bahar bin Smith menikahi Fadlun Faisal Balghoits, mereka dikaruniai empat orang anak.

Dulunya dia pernah bersekolah di SMA Komo Manado.

2. Pribadi yang Humoris

Habib Bahar dikenal sebagai pribadi yang humoris.

Habib Husein juga menuturkan walaupun tampil garang saat berceramah, sejatinya Habib Bahar bin Smith adalah pribadi yang baik dan toleran.

"Di Manado, Bahar punya banyak teman orang Kristen. Teman pendetanya juga banyak. Di belakang rumah kami ada gereja. Bahar dulunya sering bermain sekitar situ," kata Habib Husein.

Habib Husein juga menuturkan, jika pulang ke Manado, Habib Bahar bin Smith kerap menghabiskan waktunya di Karame serta di Desa Tumbak, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, daerah asal ibunya.

"Alih-alih melakukan tindakan provokatif, ia malah bersilaturahmi dengan warga sekitar termasuk teman lama," kata Habib Husein.

3. Berteman dengan Lintas Agama

Habib Bahar memiliki banyak teman dari berbagai golongan dan lintas agama.

"Salah satunya petinggi Polri Marga Lasut, kami bahkan mau reunian," kisah dia.

Habib Husein bercerita, saat Habib Bahar bin Smith dihadang pada 16 Oktober lalu, banyak rekan-rekannya yang beragama Kristen meneleponnya.

"Mereka mengkhawatirkan keselamatan kami," sambung Habib Husein.

Sebelumnya Habib Bahar bin Smith dilaporkan oleh Cyber Indonesia dengan tuduhan ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo.

Polisi sudah menetapkannya sebagai tersangka, tetapi tidak ditahan karena Habib Bahar bin Smith bertindak kooperatif.

Bahar dijerat dengan sangkaan berlapis, yaitu Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengakuan Santri, Suasana Mencekam Saat Penjemputan Bahar bin Smith"

Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved