Janda Muda Ditemukan Tertelungkup Tanpa Busana di Tepi jalan, Ternyata Sudah Meninggal Dunia

Berawal dari ditemukannya sesosok mayat perempuan muda dalam kondisi tanpa busana di tepi jalan oleh warga, akhirnya terungkap identitas korban

Tribun Pekanbaru/Instagram.com
Janda Muda Ditemukan Tertelungkup Tanpa Busana di Tepi jalan, Ternyata Sudah Meninggal Dunia. Foto: Ilustrasi janda muda. 

Namun terkadang sering bermalam juga di rumah neneknya di Jalan Pekauman Banjarmasin.

"Almarhum mulai berumur 10 tahun sudah ikut dengan saya," ungkapnya.

Janda Muda Berhubungan Intim dengan Pacar Hingga Hamil

Banyak orang yang ingin punya anak tapi tidak dikaruniai anak, namun ada orang yang sudah melahirkan anak namun membuang bayi yang ia lahirkan.

Begitulah yang dilakukan janda muda satu ini, janda muda beranak satu mau berhubungan intim dengan pacarnya hingga hamil dan melahirkan seorang bayi.

Teganya, bayi yang baru saja ia lahirkan langsung ia buang ke sungai hingga bayi janda muda tersebut ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan.

Usut punya usut, ternyata bayi tersebut hasil berhubungan intim dengan pacarnya dan janda muda itu tidak ingin orang tahu.

Setelah dilakukan tes psikologi oleh psikiater, ternyata janda muda ini mengalami gangguan jiwa.

Begini kronologinya:

Khawatir perbuatan berhubungan badannya dengan sang pacar, wanita di jember ini tega membuang bayinya.

Bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelapnya dengan sang kekasih.

SM (27) akhirnya diamankan kepolisian Polsek Panti karena perbuatan itu.

“Pelaku pembuangan bayi terungkap berdasarkan data orang hamil dari bidan,” kata Kapolsek Panti AKP Gunawan Triono, kepada Kompas.com, via telepon Senin (18/5/2020).

Ketika ada penemuan mayat bayi di sungai pada Kamis (14/5/2020) lalu, pihak kepolisian langsung mencari pembuangnya.

Caranya berkoordinasi dengan bidan, Bhabinsa dan tokoh masyarakat.

Bahkan, pada malam harinya, pelaku langsung ditemukan.

Bayi yang dilahirkan tersebut disebut-sebut ternyata sudah meninggal dunia.

“Saya tanya, kenapa kok tidak langsung dikubur, dia jawabnya bingung dan takut,” terang Gatot.

Gatot menuturkan, pelaku tersebut merupakan seorang janda dengan satu anak yang masih berumur 7 tahun.

Pelaku tinggal bersama ibunya.

Kondisi kejiwaannya sedikit terganggu.

Hal itu terlihat setelah dibawa ke psikiater di RSD dr Soebandi.

“Kemarin begitu tertangkap, langsung kami bawa ke psikiater, ternyata memang ada gangguan,” tutur dia.

Pelaku terancam hukuman Sembilan bulan penjara.

Sementara, pelaku tidak ditahan dan hanya wajib lapor pada polisi seminggu tiga kali.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Pakis Kecamatan Panti digegerkan dengan penemuan mayat di sungai.

Bayi tersebut sudah dalam keadaan mengenaskan, sebab sudah ada di sungai sekitar empat hari.

Ditemukan Warga

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Pakis Kecamatan Panti digegerkan dengan penemuan mayat bayi di sungai.

Bayi tersebut sudah dalam keadaan mengenaskan, sebab sudah ada di sungai sekitar empat hari.

Warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember, menemukan bayi yang sudah meninggal di sungai, Kamis (14/5/2020).

Bayi tersebut sudah dalam keadaan mengenaskan, yakni perutnya sudah kempes.

Penemuan bayi tersebut membuat warga heboh karena penasaran ingin mengetahuinya.

“Tadi sekitar pukul 06.00 WIB mayat bayi itu kami bawa ke Puskesmas,” kata Kapolsek Panti AKP Gunawan Triono, kepada Kompas.com, via telepon.

Kronologi penemuan bayi laki-laki tersebut bermula saat warga melewati sungai tersebut.

Warga melihat ada benda yang aneh di sungai.

Setelah dilihat lebih dekat, ternyata benda tersebut adalah bayi yang sudah meninggal.

“Akhirnya warga melaporkan pada kampung setempat, lalu ke polisi,” terang dia.

Setelah dibawa ke puskesmas, bayi tersebut dibawa ke RSD dr Soebandi untuk dilakukan visum.

Janda Muda Dituduh Mencuri

Kisah dua janda muda dam janda muda itu adalah SK dan SM, yang tinggal di dua daerah berbeda, SK tinggal di Blitar sedangkan SM tinggal Jember.

Kisah janda muda berinisial SK terkait kasus pencurian, SK dituduh mencuri perhiasan emas karena ada foto motornya di rumah korban.

Sedangkan janda muda berinisial SM terkait kasus pembunuhan, SM hamil karena berhubungan intim dengan pacarnya, dan ia tega membuang bayinya ke sungai.

Kita awali dengan kisah janda muda dan cantik SK warga Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar SK (40) diamankan aparat Polres Tulungagung.

SK diduga mencuri perhiasan emas milik Zainal Muslihan (38), warga Desa Karangsono, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Menurut Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui PS Paur Humas, Bripka Endro Purnomo, kasus ini terjadi pada Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat ini seorang anak Zainal melihat sepeda motor Honda PCX AG 6422 IP terparkir di depan rumah.

Kisah Dua Janda Muda, Dituduh Mencuri Perhiasan hingga Hamil karena Berhubungan Intim dengan Pacar. Foto: Polisi lakukan identifikasi.
Kisah Dua Janda Muda, Dituduh Mencuri Perhiasan hingga Hamil karena Berhubungan Intim dengan Pacar. Foto: Polisi lakukan identifikasi. (Tribun Pekanbaru/Tribunnews.com)

“Anak korban itu kemudian masuk ke rumah, dan ternyata sudah ada SK di dalam rumah,” terang Endro, Rabu (20/5/2020).

Saat itu Zainal tengah berada di sawah.

Anaknya sempat menanyai SK karena merasa asing dengan sosoknya.

SK mengaku sedang mencari Zainal, namun tidak ada.

Ia juga mengajak anak Zainal itu berbincang layaknya orang yang sudah akrab.

Tidak lama berselang, SK pamit pulang.

Sementara Zainal juga pulang dari sawah yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya.

“Saat korban pulang itulah, ia mendapati perhiasan emas miliknya hilang,” sambung Endro.

Perhiasan gelang, cincin dan kalung itu diletakkan di dalam wadah toples bening, kemudian disembunyikan di antara tumpukan baju.

Zainal kemudian melapor ke Polsek Ngunut.

Berbekal kesaksian dan foto sepeda motor yang diambil anaknya, polisi kemudian melakukan pelacakan.

SK kemudian ditangkap pada Selasa (19/5/2020) di Dermojayan, Kabupaten Blitar pada Selasa (19/5/2020) dini hari.

“Saat ini SK masih menjalani proses hukum. Dia membantah mencuri perhiasan milik korban,” ungkap Endro.

SK mengakui memang sempat masuk ke rumah Zainal.

Namun ia menolak mengaku telah mengambil perhiasan milik tuan rumah.

Untuk mengungkap perkara ini, penyidik sempat membawa SK ke rumah Zainal untuk melakukan rekonstruksi, Rabu siang tadi.

Polisi menjerat SK dengan pasal 362 KUH Pidana tentang pencurian, dengan ancaman penjara selama lima tahun.

Selain itu polisi juga menggunakan pasal 53 KUH Pidana tentang percobaan pencurian, dengan ancaman satu per tiga dari pasal utama.

“Tersangka terus membantah semua sangkaan penyidik. Nanti kita buktikan saja di pengadilan,” pungkas Endro.

Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved