Sarie Febriane: Kawal Aktivis 98 yang Bercokol di Rezim, Apakah Mereka Masih Setia atau Berkhianat?

Sebenarnya yang nggak kalah penting yaitu bagaimana mahasiswa bisa mengawal mereka yang menjadi bagian dari pemerintahan atau rezim untuk tetap eling

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Sarie Febriane: Kawal Aktivis 98 yang Bercokol di Rezim, Apakah Mereka Masih Setia atau Berkhianat?. Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Pekanbaru terlibat bentrok dengan polisi saat melakukan aksi terkait dengan 21 tahun reformasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa tahun 1998 yang berakhir dengan turunnya Presiden Soeharto dari tahta dan menjadi awal reformasi.

Para mahasiswa yang melakukan aksi pada tahun 1998 itu kemudian disebut dengan Aktivis 98.

Banyak nilai-nilai yang mereka usung waktu itu.

Namun, setelah 22 tahun berlalu, apakah mereka masih setia ataukah ada di antara mereka yang sudah menghianati nilai itu?

Sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com, hal menjadi sorotan Aktivis 98, Sarie Febriane dalam diskusi online 'Refleksi 22 Tahun Reformasi: Dulu, Sekarang, dan Masa Depan' yang digelar Forum Diskusi Salemba bersama Iluni UI Policy Center itu, Sarie mengatakan pentingnya bagi mahasiswa era sekarang untuk bisa mengawal para aktivis tersebut agar tidak lupa diri.

"Sebenarnya yang nggak kalah penting yaitu bagaimana mahasiswa bisa mengawal mereka yang menjadi bagian dari pemerintahan atau rezim untuk tetap eling (ingat) dan nggak lupa diri bagaimana mereka dulu," ujar Sarie, Jumat (22/5/2020).

Dia mengatakan para aktivis yang saat ini berada di lingkungan penguasa dan pemerintahan adalah mahasiswa yang bergerak di tahun 1998.

Menurutnya, semua pihak harus memperhatikan bagaimana mereka setelah 22 tahun berlalu.

Apakah masih setia dengan nilai yang mereka perjuangkan dahulu.

"Kita lihat lagi 20 tahun sekarang mereka bagaimana. Apa iya semuanya masih setia dengan nilai-nilai yang dulu mereka perjuangkan dan gelorakan 22 tahun yang lalu?" tanya dia.

Bukan tak mungkin, kata Sarie, para aktivis tersebut kini sudah tak membawa nilai yang dahulu mereka gelorakan.

Halaman
123
Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved