Usai Rampas Senjata Api Milik Polisi di Papua, Pentolan KKB OPM Ajak Perang Aparat di Tembagapura

Juru Bicara OPM Sebby Sambon mengatakan, bahwa aksi penyerangan Pos Polisi disertai perampasan senjata di Paniai dipimpin Anton Tabuni.

Facebook TPNPB
KKB OPM Papua menembak anak kecil di Sugapa 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Usai melakukan serangan brutal ke pos polisi di Paniai pada Jumat (15/5/2020) malam lalu, Kelompok kriminal bersenjata (KKB) OPM di Papua mengajak aparat keamanan untuk berperang di Tembagapura.

Juru Bicara OPM Sebby Sambon mengatakan, bahwa aksi penyerangan Pos Polisi disertai perampasan senjata di Paniai dipimpin Anton Tabuni.

"Anton Tabuni adalah pasukan muda yang memimpin penyerangan pos polisi 99 Ndeotadi, distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua pada hari Jumat 15 Mei lalu," ujar Sebby melalui pesan elektroniknya Senin (18/05/2020) dari Papua Nugini.

Lanjut Sebby, Anton Tabuni sebagai pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer OPM, menyerang pos dan merampas senjata, karena sebelumnya pasukan TNI dan Polri juga melakukan hal yang sama di Tembagapura.

"Sesuai laporan Anton Tabuni dari lapangan, ia dan pasukannya merampas senjata karena militer Indonesia juga merampas senjata TPNPB di Tembagapura, maka kami serang dan ambil kembali," kata Sebby.

KKB OPM tebar teror
KKB OPM tebar teror (Facebook/TNPNB)

Menurut Sebby, Anton Tabuni dan pasukannya, pasca-menyerang dan merampas senjata kembali bergerak menuju Tembagapura.

"Anton Tabuni dan pasukannya sudah kembali ke Tembagapura, jadi militer Indonesia kalau mau kejar datang ke Tembagapura. Kami pasukan TPNPB di bawah pimpinan komando operasi nasional TPNPB Lekagak Telenggen siap perang di Tembagapura," kata Sebby.

Dalam penyerangan tersebut, Briptu Kristian terluka karena dikeroyok para pelaku dan tiga pucuk senjata api dirampas.

Melansir dari Antara, KKB Papua pelaku penyerangan tersebut diketahui sehari-hari bergaul cukup akrab dengan anggota Pospol 99 Ndeotadi, lantaran rumah tinggal mereka tidak jauh dari pos tersebut.

Pimpinan kelompok pelaku penyerangan diketahui tumbuh dan besar di kawasan Ndeotadi, Paniai.

Ayahnya diketahui memiliki rekam jejak pernah terlibat kasus penyerangan Markas Kodim Paniai pada awal tahun 2000-an.

Halaman
1234
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved