Breaking News:

Abu Bakar Baasyir dan Gayus Tambunan Dapat Remisi Idul Fitri, Ini Penjelasan Kalapas Gunung Sindur

Abu Bakar Baasyir mendapat potongan hukuman selama 1 bulam 15 hari.Gayus mendapatkan remisi khusus Idul Fitri selama 2 bulan.

Editor: Sesri
Istimewa
ILUSTRASI - 3.727 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Riau, mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Di Hari Raya Idul Fitri 1441 H terpidana kasus mafia pajak, Gayus Tambunan dan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir menerima remisi khusus.

Keduanya resmi menerima remisi khusus Idul Fitri 1441 H di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Minggu (24/5/2020).

Berdasarkan data yang diperoleh TribunnewsBogor.com dari pihak Lapas khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Gayus mendapatkan remisi khusus Idul Fitri selama 2 bulan.

Sedangkan, Abu Bakar Baasyir mendapat potongan hukuman selama 1 bulam 15 hari.

Dengan demikian, dua orang tersebut memiliki sisa hukuman penjara dengan durasi waktu yang berbeda masing-masing.

Gayus masih harus menjalani masa hukuman selama 14 tahun penjara. Sesuai dengan data, Gayus akan bebas dari penjara pada 27 Februari 2034.

Sementara itu, Baasyir akan menjalani sisa masa hukuman sekitar 19 bulan lagi dan berdasarkan catatan, Baasyir akan bebas pada 3 Januari 2022.

Kalapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mulyadi mengatakan bahwa pemberian remisi terhadap Gayus dan Baasyir tak terlepas dari kelakuan baik yang dilakukan keduanya saat berada di Lapas.

"Beliau berdua, mendapatkan remisi. Itu diberikan sesuai dengan pertimbangan berbagai aspek. Karena keduanya beragama Islam, maka keduanya berhak mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.

Lebih lanjut, Mulyadi membeberkan bahwa kedua nama yang bersangkutan pun setiap tahunnya mendapatkan remisi khusus lantaran berkelakuan baik.

"Tahun-tahun sebelumnya, Gayus dan Baasyir juga mendapatkan remisi khusus dan tentunya keduanya berkelakuan baik. Itu menjadi salah satu aspek pemberian remisi khusus," jelasnya.

Dasar Hukum Pemberian Remisi:

- Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3614)

- Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan sebagaimana diubah terakhir kali oleh Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3846)

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved