Lapas dan Napi Asimilasi di Kuansing Riau Salurkan Sembako ke Fakir Miskin dan Panti Asuhan

Lapas kelas II B Teluk Kuantan menggandeng napi yang menjalani asimilasi di rumah untuk berbagi dengan fakir miskin. Sejumlah sembako disalurkan

Tribunpekanbaru.com
Lapas kelas II B Teluk Kuantan dan napi yang sudah menjalani asimilasi memberikan bantuan sembako ke sebuah panti asuhan, Jumat (23/5/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Lapas kelas II B Teluk Kuantan menggandeng napi yang menjalani asimilasi di rumah untuk berbagi dengan fakir miskin. Sejumlah sembako disalurkan.

Pemberian sembako tersebut dilakukan pada Jumat siang (22/5/2020).

Tidak seluruh napi asimilasi di rumah yang ikut dalam aksi sosial ini. Hanya perwakilan saja.

"Ada 6 orang napi asimilasi yang ikut dalam kegiatan ini," kata kepala Lapas kelas II B Teluk Kuantan, Yurdani, Amd, IP,S. Sos, Jumat sore (22/5/2020).

Fakir miskim yang menjadi sasaran aksi ini yakni yang berdomisili di sekitar lingkungan lapas.

Ada 10 fakir miskin yang menerima bantuan sembako.

Selain itu, bantuan juga disalurkan ke panti Asuhan Baihaqi Umah Kelurahan Beringin, Teluk Kuantan.

Dalam sambutannya, Yurdani juga menyinggung soal kejadian dimana napi yang menjalani asimilasi di rumah berbuat tindakan kriminal lagi.

"Belakangan ini banyak viralnya berita mengenai WBP (warga binaan permasyarakatan) asimilasi yang mengulangi tindak pidana kembali. Alhamdulillah WBP asimilasi kita disini sebanyak 71 orang tidak ada yang melakukan pidana kembali," katanya.

Justru, terangnya, pada kesempatan ini, ikut terlibat dalam aksi sosial. Ia pun berharap kegiatan ini menjadi amal ibadah kita semua menyambut bulan yang fitri.

Hingga saat ini, 22 Mei 2020, sudah sebanyak 74 warga binaan Lapas kelas II B Teluk Kuantan, Kuansing, Riau yang menjalani asimilasi di rumah. Program ini diberlakukan karena pandemi covid-19.

Totalnya, sebanyak 75 narapidana yang akan menjalani asimilasi di rumah berdasarkan Kepmenkumham no 20 tahun 2020 tersebut. Jumlah tersebut hingga 31 Desember nanti.

Artinya, hanya tinggal empat warga binaan lagi yang tersisa yang akan menjalani asimilasi di rumah.

Untuk khusus program asimilasi rumah ini, sesuai dengan Kepmenkumham no 20 tahun 2020 yakni hanya untuk pidana umum yang masa 2/3 hukumannya maksimal 31 Desember 2020. Dan bukan narapidana yang terkena PP 99 tahun 2012.

( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)

Penulis: aries
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved