Breaking News:

Idul Fitri 1441 H

Lurah di Tenayan Raya Akan Beri Sanksi Warga yang Selenggarakan Sholat Id di Mesjid dan Lapangan

Bahkan pihaknya juga di kelurahan akan memberikan sanksi kepada jemaah ataupun warga yang tetap menyelenggarakan solat id berjemaah baik di mesjid

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: David Tobing
TRIBUN PEKANBARU/DODDY VLADIMIR
Umat Islam menjalankan ibadah Sholat Idul Fitri 1441 H dengan menerapkan protokol kesehatan di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Minggu (24/5). Mereka tetap menggelar shalat Idul Fitri karena keinginan warga sekitar dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dan memakai masker. TRIBUN PEKANBARU/DODDY VLADIMIR 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sesuai edaran dari Pemerintah Kota Pekanbaru penyelenggaraan solat idul Fitri harus digelar di rumah masing-masing, namun pada kenyataannya masih banyak warga yang menggelar berjemaah di mesjid dan bahkan lapangan pada lebaran Minggu (24/5/2020).

Banyak mesjid di Kota Pekanbaru yang menggelar solat berjamaah tersebut, bahkan di zona merah sendiri di Kecamatan Tampan, banyak mesjid yang menggelar solat berjemaah.

Menanggapi itu Lurah Kelurahan Sialang Rampai Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru Mukhtaruddin menegaskan pihaknya tetap tidak mengizinkan mesjid ataupun penyelenggaraan solat id di lapangan.

"Ya kita mengacu kepada surat edaran Walikota Pekanbaru, solat id diselenggarakan di rumah masing-masing,"ujar Mukhtaruddin saat dikonfirmasi tribunpekanbaru.com Minggu.

Bahkan pihaknya juga di kelurahan akan memberikan sanksi kepada jemaah ataupun warga yang tetap menyelenggarakan solat id berjemaah baik di mesjid ataupun lapangan tersebut.

"Ada (sanksinya),"ujar Mukhtaruddin.

Menurut Mukhtaruddin saat ini baru dapat satu tempat di jalan tani RW 07, yang menyelenggarakan solat id di lapangan, pihaknya akan laporkan ke atasan (Kecamatan).

"Laporan yang kita terima baru satu titik di lapangan, kita tunggu hasilnya nanti,"ujarnya.

Saat ditanya apa sanksi yang diberikan kepada warga ataupun jemaah yang tetap menggelar solat id berjemaah tersebut, Mukhtaruddin belum memberitahu.

Sementara saat dikonfirmasi Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti saat dikonfirmasi terkait sanksi, menurutnya tidak ada sanksi bagi yang menggelar solat id berjemaah tersebut.

"Kalau sanksi rasanya tidak, mungkin penekanan Lurah saja, terutama yang Mesjid Paripurna saya rasa,"ujar Indah Vidya Astuti.

Camat menambahkan, tugas mereka menyampaikan surat edaran dari Pemerintah kota terkait panduan idul fitri 1441 Hijriah, didalamnya memang ada perintah untuk sholat di rumah.

"Saya juga mensosialisasikan hal itu kepada Imam baik mesjid paripurna maupun non paripurna pada saat pengambilan honor lalu, nanti biar saya hubungi Lurah dulu ya,"ujar Indah Vidya Astuti.(tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved