Breaking News:

WASPADA, Sudah 89 Kasus DBD Terjadi di Meranti Sejak Januari 2020

Dari data yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, sejak Januari hingga April 2020 terdapat 89 kasus DBD yang tersebar di sana.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: David Tobing
TribunPekanbaru/DoddyVladimir
Ilustrasi pasien Demam Berdarah atau DBD 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Wali Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Said Hasyim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya demam berdarah dengue (DBD) di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan menyikapi kondisi cuaca di Kepulauan Meranti telah memasuki musim pancaroba. Dengan demikian, Ia mengaku tidak mau di tengah Pandemi Covid-19 yang kasusnya terus bertambah, juga diikuti oleh meningkatnya kasus DBD.

"Makanya kita meminta masyarakat untuk terus memberlakukan pola hidup sehat. Gunakan masker, bisa memperhatikan kebersihan diri, rumah dan lingkungan tempat tinggal guna mengantisipasi segala virus. Seperti Covid-19, DBD dan penyakit lainnya," ujar Sadi Hasyim.

Dari data yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, sejak Januari hingga April 2020 terdapat 89 kasus DBD yang tersebar di sana.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri SKM, merincikan hasil tersebut dari pengawasan dan pendataan yang dilaksanakan oleh beberapa Puskemas.

Seperti di Puskemas Selatpanjang 17 kasus, Alahair 3 kasus, Alai 10 kasus, Anak Setatah 4 kasus, Kedabu Rapat 4 Kasus, Tanjung Samak 12 kasus, Teluk Belitung 2 kasus, terakhir di Sungai Thor juga terdapat 6 kasus.

"Dari 89 kasus DBD tersebut seorsng diantaranya telah meninggal dunia," ujar Fahri.

Walaupun demikian kasus DBD di beberapa lokasi tersebut belum masuk kejadian luar biasa (KLB). Karena menurut Fahri, setiap penderita tidak terdapat di suatu titik tertentu, melainkan tersebar di beberapa kelurahan yang dinilai endemis. "Menyebar, tidak di satu titik jadi kasusnya belum signifikan di satu tempat," unngkapnya.

Menyikapi hal tersebut, belum akhir tahun lalu Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengeluarkan surat edaran. Dengan demikian ia mengaku semula telah berkordinasi mulai dari tingkat kecamatan, lurah, kepala desa, tingkat hingga RT dan RW yang tersebar di Kepulauan Meranti.

"Bentuknya merapatkan kegiatan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dan dapat menerapkan ola hidup bersih juga di tengah Covid-19. Semua lini kita libatkan " pungkasnya.(tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved