Bukan New Normal, Pakar Lebih Setuju Sebut Indonesia Masuk Ketidakpastian Baru

Namun, ia menegaskan berperang melawan Covid-19 tetap berlangsung dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat.

Tribunnews.com
Para pengunjung Mal 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah telah mengenalkan istilah baru menghadapi Pandemi Covid-19.

Sebutan New Normal disebut solusi pas untuk sekarang ini.

Namun, Pakar sosial dan politik (Sospol) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr Drajat Tri Kartono MSi punya pandangan berbeda.

Dia menanggapi pernyataan new normal yang disebutkan pemerintah.

Menurut Drajat, saat ini kondisi di Indonesa belum bisa sampai kepada new normal.

Justru, kata Drajat, Indonesia menghadapi sebuah ketidakpastian baru.

"Kalau dikatakan new normal, kita belum bisa sampai kepada new normal."

"Saya lebih menyebut, kita masuk ke dalam ketidakpastian baru atau new uncertainty."

"Lebaran ini kita menghadapi ketidakpastian baru, bukan new normal," jelas Drajat kepada Tribunnews, Sabtu (23/5/2020).

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (24/5/2020). Dalam data yang dihimpun hingga Minggu (24/5/2020) pukul 12.00, korban meninggal akibat pandemi Covid-19 di Indonesia mencapai 1372 orang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (24/5/2020). Dalam data yang dihimpun hingga Minggu (24/5/2020) pukul 12.00, korban meninggal akibat pandemi Covid-19 di Indonesia mencapai 1372 orang. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

 

Saat Warga Lain Bersukacita Sambut Lebaran, Empat Warga di Purwakarta Berduka, Apa Penyebabnya?

Satu Lagi Pasien Positif di Pelalawan Riau Dinyatakan Sembuh, Klaster Magetan dari Langgam

Game Brain Out: LINK Download Game & Kunci Jawaban Brain Out Lengkap Level 1-225

Drajat menilai, ketidakpastian baru ini merupakan dampak dari pandemi corona yang melanda tanah air.

Pasalnya, akibat pandemi corona, kestabilan ekonomi negara semakin membuat waspada.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved