Breaking News:

Sempat Ada Gejolak di Masyarakat Akibat Isolasi dan PSST di Desa Bandul Meranti

Sugiati juga mengakui bahwa dengan diberlakukannya PSST, ada gejolak yang timbul di masyarakat Desa Bandul maupun sekitarnya.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
Sempat Ada Gejolak di Masyarakat Akibat Isolasi dan PSST di Desa Bandul Meranti. Foto: Giat pengamanan dan pejagaan di pos-pos daerah Desa Bandul Kecamatan Tasik Putri Puyu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Drs. Irwan M.Si menegaskan akan mengisolasi Desa Bandul Kecamatan Tasik Putri Puyu selama 14 hari ke depan dimulai hari Jumat 15 Mei 2020 dan berakhir 29 Mei 2020.

Hal ini menyusul adanya warga yang dikonfirmasi positif terpapar Covid-19 yang berasal dari sana.

Camat Tasik Putri Puyu Sugiati mengatakan bahwa sejak diberlakukannya hal tersebut, seluruh akses keluar masuk di wilayah Kecamatan Tasik Putri Puyu dibatasi secara ketat.

"Khusus untuk kecamatan Tasik Puyri Puyu kita sudah tidak membenarkan adanya lalu lintas kapal dari luar, begitu juga dari dalam juga tidak bisa ke luar tanpa ada kepentingannya. Kepentingannya juga kita lihat, kalau tidak mendesak kita minta untuk kembali," ujar Sugiati.

Orang yang keluar dikatakan Sugiati harus menyertakan surat keterangan dari mana asalnya dan apa kepentingannya.

Terkait desa Bandul yang zona merah, pihaknya juga semakin memperkuat penjagaan antar desa.

"Ada tiga pos, di Bandul, terus di Pelabuhan lalu di perbatasan Desa Kudap, pos perbatasan Selat Akar," ujarnya.

Bahkan pedagang bandul yang selalu memperoleh barang dagangannya dari luar harus mengambil barang di Perbatasan.

"Mereka (pedagang) tidak bisa keluar ke sana, mereka harus mengambil barang di perbatasan jadi nanti orang Kudap mengantar barang ke perbatasan pos, begitu juga selat Akar," ujar Sugiati.

Penjagaan dikatakan Sugiati dilakukan secara sift, mulai dari jam 7 pagi hingga 12 malam.

"Malam juga kita lakukan patroli, jadi bila ada ngumpul malam tiga orang saja kita bubarkan," ujarnya.

Sugiati juga mengakui bahwa dengan diberlakukannya PSST, ada gejolak yang timbul di masyarakat Desa Bandul maupun sekitarnya.

"Mereka kan tidak terbiasa, ada juga yang bingung," ujarnya.

Selain itu gejolak lain yang timbul dikatakan Sugiati adalah adanya kerenggangan yang terjadi di masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved