Breaking News:

Sekda Kesal dan Marah, Kabid PU Jarang Masuk 'Enak, Masuk Seminggu Sekali, Gaji Dibayar Utuh'

Saat sidak ke dinas PU, sekda marah dan kesal. Kabid dan Kadis jarang masuk. Ia menyindir ASN masuk jarang tapi gaji dibayar utuh

Editor: Budi Rahmat
internet
Ilustrasi ASN 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sekdakab marah mengetahui ada kepala dinas, kepala bidang yang tidak masuk kantor.

Penerapan Work Form Home (WFH) bukan berarti seenaknya ASN tak masuk-masuk kantor.

Ia bahkan dengan tegas menyindir Kabid PU yang masuk hanya sekali dalam seminggu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono kesal ketika mendapati aparatur sipil negara (ASN) di Dinas PU Sumber Daya tak masuk kerja usai libur Idul Fitri, Selasa (26/5/2020).
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono kesal ketika mendapati aparatur sipil negara (ASN) di Dinas PU Sumber Daya tak masuk kerja usai libur Idul Fitri, Selasa (26/5/2020). (SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin)

"Di sini kami tadi dapat info kalau ada kabid (kepala bidang) hanya masuk seminggu sekali. Enak masuk seminggu sekali tapi bayaran (gaji) utuh," sindir Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono ketika lakukan sidak bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Inspektorat.

Didik memang merasakan kesal ketika mendapati aparatur sipil negara (ASN) di Dinas PU Sumber Daya tak masuk kerja usai libur Idul Fitri, Selasa (26/5/2020).

Ia menambahkan, ada tiga kepala bidang di Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Malang yang tidak hadir di kantor.

Selain Kabid, kepala dinas juga tampak tidak berada di kantornya.

"Hari ini yang masuk rata-rata cuma 12,5 persen. Baik ASN maupun yang non ASN," ungkap Didik.

Alhasil kantor dinas yang dikepalai oleh Avicena Madisica Saniputra itu hanya diisi beberapa pegawai kontrak pagi itu.

"Pak kepala dinas (Avicena) katanya posisi di Bululawang tapi infonya mau meluncur ke sini (kantor Dinas PU Sumber Daya Air)," terang Didik.

Mendapati temuan tersebut, Didik berpesan harusnya ASN yang termasuk golongan eselon III wajib masuk ke kantor.

Jika hanya masuk seminggu sekali, munurut Didik sangat tidak pantas.

"Kabid (kepala bidang) yang masuk seminggu sekali, ya gak bisa kayak gitu. Upahnya dipangkas? Nanti kita rapat lagi lah, gak sepadan itu masak masuknya seminggu sekali. Kan itu uang masyarakat," beber Didik.

Terkait penerapan work from home (WFH) selama pandemi COVID-19, Didik menegaskan harus betul-betul diterapkan. Bukan malah disalahgunakan.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved