Breaking News:

Menyentuh, Isi Surat Siswi SD ke Nadiem Makarim:Ibu Utang Paket Data Agar Saya Bisa Belajar di Rumah

Dari 3.172 naskah yang masuk melalui surat elektronik Mendikbud dan via WhatsApp, surat Alfiatus berhasil menyentuh hati Nadiem Makarim.

SURYAMALANG.COM/Kuswanto Ferdian
Isi surat siswi SD untuk Nadiem Makarim menyentuh hati 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wabah virus corona membuat aktivitas belajar di sekolah ditiadakan dan dialikan di rumah.

Karena itu, ada yang berat menjalankan, dan ada bula yang betah.

Siswi SDN Pademawu Barat 1 Pamekasan, Madura kelas V B, Alfiatus Sholehah meraih juara III lomba menulis surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bertema 'Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim'.

Dari 3.172 naskah yang masuk melalui surat elektronik Mendikbud dan via WhatsApp, surat Alfiatus berhasil menyentuh hati Nadiem Makarim.

Berikut isi surat yang ditulis Alfiatus untuk Mendikbud, Nadiem Makarim.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. ((KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO))

"Assalamualaikum Wr.Wb. Bapak Menteri yang terhormat, sebelumnya saya minta maaf dan berterima kasih, karena saya bisa menulis surat kepada bapak Menteri melalui lomba ini.

Nama saya Alfiatus Sholehah, siswi kelas V B SDN Pademawu Barat 1, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Sejak adanya corona, saya tidak bisa masuk sekolah lagi, tapi itu bisa mengurangi beban ibu saya. Karena bisa membantu pekerjaan ibu saya.

Bapak Menteri, saya dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu, orang tua saya hanya buruh tani. Dengan adanya corona, saya jadi bingung, karena belajarnya harus pakai HP android, sedangkan saya tidak punya.

Saya juga merasa kasihan, karena ibu saya harus cari utangan untuk membeli paket internet agar saya bisa belajar di rumah, tapi saya ingin segera masuk sekolah, ingin bertemu guru dan teman-teman saya, apalagi sekarang bulan Ramadan, biasanya di sekolah diadakan kegiatan pondok Ramadan, tapi karena corona, semua itu tidak ada lagi.

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved