Sebabkan Satu Polisi Tewas dan 4 Luka Bakar Serius, Mahasiswa Divonis hingga 12 Tahun Penjara

Kasus ini menyebabkan Ipda Erwin Yudha Wildani meninggal & 4 polisi lainnya alami luka bakar serius saat terjadi unjukrasa anarkis di pendopo Cianjur

Kompas.com/Firman Taufiqurrahman
Detik-detik api membesar dan melukai empat orang anggota polisi dalam aksi unjukrasa gabungan elemen mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/08/2019) siang yang berujung ricuh. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Jawa Barat, menjatuhkan vonis bersalah kepada lima terdakwa kasus polisi terbakar dalam insiden aksi unjuk rasa berujung anarkis di depan Pendopo Bupati Cianjur.

Sidang dengan agenda putusan yang dilaksanakan di ruang sidang Chandra Pengadilan Negeri Cianjur, Jalan Dr Muwardi, By Pass Cianjur, itu digelar secara virtual atau daring, Kamis (28/5/2020).

"Para terdakwa terbukti melawan pejabat dalam melakukan tugasnya yang sah, yang dilakukan bersama yang menyebabkan orang meninggal dan luka berat. Menjatuhkan pidana para terdakwa dengan pidana penjara, terdakwa 1, 3, 4, dan 5 masing-masing 9 tahun, dan terdakwa 2 selama 12 tahun," demikian disampaikan hakim ketua Glorius Anggundoro saat membacakan putusan, Kamis (28/5/2020).

Putusan terhadap kelima terdakwa tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa.

Sebelumnya, terdakwa 2 dan 4, RS (19) dan HR (21) dituntut 15 tahun penjara.

Sedangkan terdakwa 1,3, dan 5, yakni AB (21), MF (20), dan RSA (22) dituntut 13 tahun penjara.

Sidang perdana perkara polisi terbakar saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, yang digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (22/01/2020). Di persidangan tersebut dihadirkan lima orang terdakwa.
Sidang perdana perkara polisi terbakar saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, yang digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (22/01/2020). Di persidangan tersebut dihadirkan lima orang terdakwa. (KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)

Jaksa Penuntut Umum Slamet Santoso, mengatakan, putusan majelis hakim yang lebih rendah dari tuntutan kemungkinan berdasarkan beberapa pertimbangan atas pembelaan dari kuasa hukum para terdakwa.

"Perihal putusan hari ini yang lebih rendah dari tuntutan, mungkin ada beberapa pertimbangan dari majelis hakim," kata Slamet.

Hakim dituding berkhianat

Sementara kuasa hukum terdakwa Oden Muharam mengatakan, kendati vonis atas kliennya lebih rendah dari tuntutan, namun pihaknya menyatakan tidak puas.

Halaman
123
Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved