Bareskrim Polri Memulai Penyelidikan Kasus Abu Janda yang Dilaporkan IKAMI Pada Akhir 2019 Lalu

Ahmad Ramadhan menambahkan dalam pemeriksaan perdana ini, Abu Janda bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus ujaran kebencian di media sosial.

Facebook Abu Janda al-Boliwudi
Abu Janda atau Permadi Arya 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bareskrim Polri memulai penyelidikan kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Permadi Arya atau Abu Janda.

Sebelumnya, Abu Janda melontarkan kata-kata melalui media sosial bahwa 'teroris punya agama dan agamanya adalah Islam'.

Laporan ini dibuat oleh Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) pada 10 Desember 2019 dan diterima Bareskrim dengan ‎nomor STTL/572/XII/2019/Bareskrim.

Barulah di akhir Mei 2020 penyelidikan atas laporan IKAMI tersebut dimulai.

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan Bareskrim mulai melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Ahmad Ramadhan menambahkan dalam pemeriksaan perdana ini, Abu Janda bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus ujaran kebencian di media sosial.

Untuk diketahui Abu Janda bukan kali pertama ini dilaporkan ke polisi akibat unggahannya di media sosial‎.

Pada November 2018 silam, dia juga dilaporkan oleh Alwi Muhammad Alatas usai membuat konten video kontroversial tentang bendera berkalimat tauhid di rumah Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Menurut pelapor Alwi, apa yang diucapkan Abu Janda telah melukai umat muslim sehingga harus diusut oleh kepolisian.
Laporan Alwi diterima Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/6215/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus ‎atas dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama.

Alwi menilai postingan Abu Janda itu telah melukai umat Islam. Dirinya menilai postingan Abu Janda itu berbau penghinaan.

"Iya ucapan penghinaan dikatakan kalimat tauhid itu fix ini adalah bendera teroris. Itu yang menyakiti hati umat muslim. Walaupun sudah banyak video-video yang diupload Abu Janda tersebut yang melukai daripada hati umat muslim. Kami sepakat melaporkan Abu Janda tersebut melalorkan dia ke jalur hukum," tegas Alwi.

Alwi membawa barang bukti berupa video dan screenshoot postingan Abu Janda di Facebook yang diserahkan ke pihak kepolisian.

Abu Janda dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama sebagaimana pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul ‎Penyelidikan Kasus Ujaran Kebencian, Bareskrim Periksa Abu Janda sebagai Saksi.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved