Pelalawan

Dilaporkan Anggota Gelapkan Dana Koperasi ke Polres, Ini Tanggapan Ketua Koperasi Sungai Ara Perkasa

Ketua Koperasi Sungai Ara Perkasa, Ahyar menampik memasukkan fee panen Akasia PT SAU ke rekening pribadnya. Perihal ini sudah dijelaskan ke Polisi.

Foto/Istimewa
Tanaman Akasia RAPP yang berada di estate Teso. Pada kawasan ini terdapat Mosaic Plantation, salah satu concept ring yang diterapkan pada HTI RAPP guna menjaga biodiversity hutan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan Riau menangani dugaan penggelapan dana Koperasi Sungai Ara Perkasa Desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan tahun 2020.

Menanggapi laporan dugaan penggelapan itu, Ketua Koperasi Sungai Ara Perkasa, Ahyar membenarkan pihaknya dilaporkan ke Polres Pelalawan.

Proses hukum sesuai dengan prosedur kepolisian juga telah dijalani dengan memenuhi panggilan dari penyidik Satreskrim. Pihaknya telah menyampaikan keterangan kepada polisi berdasarkan fakta dan data yang dimiliki.

"Kami sudah diperiksa, termasuk saya sebagai ketua. Semua sudah kami jelaskan ke polisi apa adanya," terang Ahyar kepada Tribunpekanbaru.com, saat dihubungi melaluin ponselnya, Jumat (29/5/2020).

Ahyar menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan data, berkas, maupun dokumen yang diminta polisi dalam menangani perkara ini. Ia menampik adanya penggelapan dana di tubuh koperasi, termasuk menyangkal adanya pengalihan duit koperasi ke rekening pribadi oknum pengurus.

Polres Pelalawan Riau Tangani Dugaan Penggelapan Dana Fee Akasia Koperasi Sungai Ara Perkasa

PSBB Berakhir, Disdik Pelalawan Riau Kembali Perpanjang Libur Sekolah Hingga 13 Juni Mendatang

Rumor Gaji Honorer Pemkab Pelalawan Dipangkas 2 Bulan Dampak Rasionalisasi APBD, Begini Faktanya

Dana fee panen akasia yang diterima dari PT Selaras Abadi Utama (SAU) tetap masuk ke rekening koperasi untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat penerima.

Ahyar menyebutkan, proses pembagian fee akasia kepada masyarakat sudah mulai dilakukan sejak Rabu (27/5/2020 lalu kepada 800 lebih penerima dengan total uang Rp 1,6 Miliar.

Fee akasia yang telah disalurkan kepada 692 jiwa warga, sedang lebihnya menolak untuk meminta dengan alasan tertentu. Bahkan kelompok masyarakat itulah yang melaporkan dirinya ke polisi.

"Ada oknum-oknum yang menolak uang fee ini sampai saya dilaporkan ke Polres, katanya penggelapan. Tidak ada penggelapan, semua datanya lengkap," tuturnya.

Selain itu, kata Ahyar, penggunaan uang koperasi dalam mengurus dan memasukan KWH meter ke rumah-rumah juga dokumennya lengkap.

PSBB Berakhir dan New Normal Diterapkan di Pelalawan, Bagaimana Aktivitas Ibadah dan Sekolah?

Persiapan New Normal di Pelalawan, Forkopimda Tinjau Pusat Perbelanjaan Hingga Pasar Tradisional

Sekitar Rp 250 juta untuk memasukan KWH tersebut ke rumah-rumah warga. Pihaknya akan tetap menjalani proses hukum yang bergulir di Polres Pelalawan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved