Virus Corona di Riau

Mampu Menampung 50 ODP, Pemkab Pelalawan Riau Sulap GOR Tengku Pangeran Jadi Lokasi Karantina

Pemkab Pelalawan menyulap GOR Tengku Pangeran untuk karantina warga berstatus ODP Covid-19. GOR Tengku Pangeran Dipersiapkan untuk menampung 50 ODP.

Tibunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Bupati Pelalawan HM Harris bersama unsur Forkopimd meninjau lokasi karantina ODP Covid-19 di GOR Tengku Pangeran, Kamis (28/5/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan Riau menjadikan Gedung Olahraga (GOR) Tengku Pangeran sebagai tempat karantina bagi masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

GOR yang terletak di Jalan akses Kilometer 55 menuju komplek perkantoran Bhakti Praja disulap menjadi tempat isolasi. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Pelalawan menyiapkan beberapa fasilitas untuk proses karantina.

"Ini untuk warga yang baru pulang dari zona merah. Kemarin banyak juga yang pulang kampung dengan surat dari Diskes," kata Bupati Pelalawan, HM Harris, usai meninjau lokasi karantina di GOR Tengku Pangeran bersama unsur Forkopimda pada Kamis (28/5/2020) siang.

PSBB Berakhir, Disdik Pelalawan Riau Kembali Perpanjang Libur Sekolah Hingga 13 Juni Mendatang

Rumor Gaji Honorer Pemkab Pelalawan Dipangkas 2 Bulan Dampak Rasionalisasi APBD, Begini Faktanya

Dilaporkan Anggota Gelapkan Dana Koperasi ke Polres, Ini Tanggapan Ketua Koperasi Sungai Ara Perkasa

Menurut Harris, GOR dijadikan lokasi isolasi khusus bagi ODP yang terpantau kembali ke Pelalawan, khususnya yang berasal dari zona merah virus corona. Warga yang bersangkutan mau tidak mau harus menjalani karantin sel 14 hari lamanya hingga dinyatakan tidak terindikasi Covid-19.

Tempat karantina mampu menampung 50 orang ODP yang dipisahkan masing-masing 25 tempat tidur di dua areal untuk laki-laki dan perempuan. Keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) dipersiapkan untuk digunakan calon penghuninya nanti.

Selain itu, GTPP Covid juga menanggung makan tiga kali dalam satu hari serta kebutuhan harian lainnya. Petugas dan paramedis disiagakan untuk menjaga dan mengontrol war yang dikarantina.

"Kamar untuk petugas medis dibedakan juga. Agar mereka bisa bersitirahat," tandas Harris.

Pengadaan lokasi karantina khusus itu dilaksanakan seiring dengan kebijakan berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemudian dilanjutkan dengan rencana penerapan New Normal seperti yang dianjurkan oleh pemerintah pusat. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved