Breaking News:

Perusahaan Singapura Temukan Lumbung Gas Berkualitas Tinggi di Natuna Barat, Pantas Diincar China

Hasilnya, perusahaan migas asal Singapura itu menemukan volume sumber daya lebih tinggi dari prediksi sebelumnya.

Editor: Guruh Budi Wibowo
HAND-OUT
USIR PESAWAT - Pesawat tempur TNI Sukhoi Thunder Flight (kiri) mencegat pesawat jenis Super King Air, tipe UC-12F, milik US Navy (marinir Amerika Serikat) di angkasa Kepulauan Natuna, Kepri, Rabu (23/9/2015) siang, pukul 14.32 WIB. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Natuna beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik Indonesia lantaran sempat diklaim oleh China. 

Akibat klaim negeri Tirai Bambu tersebut, pemerintah Indonesia pun melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan wilayah perairan Natuna.

Usai isu klaim China mereda, perusahaan minyak dan gas (migas) asal Singapura, Conrad Petroleum Ltd mengklaim telah menemukan satu ladang gas besar di Cekungan Natuna Barat, yaitu lapangan gas Mako.

Dilansir dari CNN yang mengutip laman Offshore Engineer, Conrad menyelesaikan pengeboran di lapangan gas Mako pada akhir 2019.

Kemudian dilanjutkan dengan tinjauan lapangan yang komprehensif hingga selesai pada April 2020.

Tinjauan tersebut mencakup semua aspek subsurface dan surface, serta pengembangan lapangan.

Hasilnya, perusahaan migas asal Singapura itu menemukan volume sumber daya lebih tinggi dari prediksi sebelumnya.

Selain itu, mereka juga menemukan potensi produksi harian lebih tinggi untuk dry gas berkualitas tinggi. 

Atas temuan itu, Conrad melibatkan Gaffney Cline and Associates (GCA) guna menyelesaikan audit sumber daya independen pada lapangan gas Mako.

Hasil auditnya cukup mengejutkan, Conrad mengklaim lapangan gas Mako menjadi salah satu ladang gas terbesar yang pernah ditemukan di Cekungan Natuna Barat.

Sejauh ini, lapangan gas Mako merupakan sumber daya terbesar yang pernah dikembangkan di daerah terdekat.

CEO Conrad Petroleum Ltd Miltos Xynogalas mengatakan hasil audit GCA sangat memuaskan.

"Tidak hanya karena mereka mengkonfirmasi sumber daya besar dari lapangan Mako, tetapi juga karena mereka mendukung pekerjaan teknis berkualitas tinggi yang dilakukan oleh Conrad. Selama tiga tahun terakhir, kami mengebor tiga sumur yang sukses dan melakukan berbagai studi teknis yang ketat," katanya.

Sementara itu, Executive Chairman Conrad David Johnson mengatakan lapangan gas Mako memiliki potensi untuk mengirimkan gas domestik sesuai harapan pemerintah Indonesia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved