Juru Bicara Luhut Panjaitan: Jika 500 TKA Asal Cina Tidak Datang, Pekerja Lokal Takkan Bisa Bekerja

Jodi Mahardi menjelaskan 3.000 lebih tenaga kerja lokal yang telah lulus seleksi penerimaan karyawan di VDNI, bergantung pada 500 TKA yang akan datang

Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pastikan TKA China masuk ke Indonesia di pertengahan 2020 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Jodi Mahardi menjelaskan pernyataan PT VDNI mengenai kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina.

500 TKA itu disebut akan bekerja di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, External Affairs Manager VDNI Indrayanto mengatakan, didatangkannya ratusan TKA Cina itu ke Sulawesi Tenggara adalah untuk mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS.

Terkait pernyataan itu, Jodi pun menekankan tidak ada rencana 'merumahkan' para pekerja lokal.

Menurutnya, kehadiran TKA tersebut merupakan salah satu kunci dalam pembangunan di kawasan itu.

Karena, mereka merupakan tenaga ahli yang memang mengerti teknologi terkait bidang konstruksi pembangunan smelter.

500 TKA China Masuk Sultra Ditunda, Pekerja Lokal Terancam PHK, Perusahaan Sebut Mereka Tenaga Ahli

Menko Luhut Sebut TKA China Sedang Urus Perizinan, Disebut-sebut Juni atau Juli Masuk ke Tanah Air

Soal TKA China Bakal Serbu Indonesia di Juni-Juli 2020, Luhut: Kita Buat Lapangan Kerja

"Hal ini berkaitan dengan transfer teknologi."

"Sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan karyawan itu, bergantung pada 500 TKA yang akan datang nanti," ujar Jodi dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya, para pekerja lokal tentunya tidak akan bisa bekerja pula tanpa kehadiran tenaga ahli yang merupakan TKA asal Cina tersebut.

 

"Jika TKA yang merupakan tenaga ahli tersebut tidak datang, maka mereka pekerja lokal ini tidak bisa memulai pekerjaan," terang Jodi.

Halaman
1234
Editor: CandraDani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved