SOSOK Ruslan Buton: Dipecat dari TNI AD Karena Kasus Ini Hingga Tuntut Jokowi Mundur

Saat ditangkap, Ruslan mengakui telah merekam dan menyebarkannya ke grup WhatsApp "Serdadu Ekstrimatra".

Kolase Tribun Timur/Youtube dan Kompas
Profil dan Biodata Ruslan Buton (kiri), mantan Anggota TNI AD yang Minta Jokowi Mundur 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kamis (28/5/2020) Ruslan Buton diamankan Kepolisian.

Pecatan TNI Angkatan Darat ini sebelumnya viral di media sosial.

Dia merupakan seorang pecatan TNI Angkatan Darat karena terlibat dalam kasus pembunuhan La Gode warga yang dituduh mencuri singkong parut.

Sadisnya La Gode ditemukan tewas dengan luka disekujur tubuh, delapan giginya tanggal, dan kuku kakinya tercerabut.

Ruslan Buton pun dipecat karena terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan sadis tersebut.

Kini dia kembali berperkara. Dia mengunggah video yang menuntut Presiden Joko Widodo mundur di tengah pandemi corona.

Dilansir dari Tribunnews, Ruslan ditangkap di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Pengamat UI Beri Saran,Singgung Jokowi Soal Kemasan yang Masuk Akal: Kalau enggak kita dihajar terus

Digerebek akan Bercinta dengan 2 Pria, Wanita Ini Akui tak Puas dan tak Nafsu Lagi dengan Suami

Ruslan Buton saat dijemput aparat keamanan TNI-Polri dari kediamannya.
Ruslan Buton saat dijemput aparat keamanan TNI-Polri dari kediamannya. ((ISTIMEWA/TAKAWANEWS.COM))

Mantan Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau tersebut pernah terlibat dalam kasus pembunuhan seorang warga sipil bernama La Gode pada 27 Oktober 2017.

Saat itu, Pengadilan Militer Ambon memutuskan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan. Ia kemudian dipecat dari anggota TNI AD pada 6 Juni 2018.

Berikut ini fakta di balik sosok Ruslan:

Dini Hari Cari Ibunya, Anak Dapati Bagian Dapur Ludes Dilalap Api, Ibunya Ikut Terbakar   

Harga Motor Honda di Akhir Bulan MEI 2020: Cek Harga Motor Matic Honda, Motor Bebek, Motor Sport

LENGKAP, Doa Setelah Shalat Magrib Hingga Bacaan Dzikir Shalat Maghrib Tulisan Latin & Arab

1. Anggap pemerintah gagal hadapi corona

Saat ditangkap, Ruslan mengakui telah merekam dan menyebarkannya ke grup WhatsApp "Serdadu Ekstrimatra".

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved